Terjadi 3 Gempa di Pasifik, Peringatan Tsunami di Umumkan di Selandia Baru

Gempa bumi dahsyat di Selandia Baru - BBC News Indonesia

Wellington, Lorettanapoleoni.org – Warga Selandia Baru diminta menghindari kawasan pantai, setelah muncul peringatan tsunami buntut tiga gempa menghantam Pasifik.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik yang berbasis di Hawaii mengatakan, gempa itu berada di region Pasifik Selatan.

“Gelombang tsunami mulai terlihat,” ujar badan monitor AS itu, merujuk pada pengukur laut mendeteksi gelombang kecil di Nuku’alofa, Tonga, setinggi tiga sentimeter.

Di Selandia Baru, badan bencana setempat menuturkan ancaman terjangan gelombang laut diprediksi menghantam pesisir timur.

Terdapat laporan terjadi kepanikan di sejumlah kota, karena masyarakat berusaha untuk mencapai dataran lebih tinggi.

Selain “Negeri Kiwi”, negara di Pasifik Selatan seperti Vanuatu dan Kaledonia Baru juga mendapat peringatan gelombang tinggi.

Negara-negara itu diprediksi bisa dihantam gelombang setinggi tiga meter, sementara negara Amerika Latin seperti Chile dan Peru bisa mendapat gelombang satu meter.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern di Instagram berharap, masyarakat berada dalam kondisi baik-baik saja.

Tiga gempa bumi itu dilaporkan menerjang pada pagi hari waktu setempat, dengan magnitudo berada di atas tujuh.

Yang paling kuat, bermagnitudo 8,1, tercatat pada pukul 08.30 dekat Kepulauan Kermadec, 1.000 km timur laut Selandia Baru.

Dilansir BBC dan AFP Jumat (5/3/2021), gempa ketiga memaksa Badan Darurat Nasional membunyikan sirene tsunami di seluruh tempat.

Dalam keterangannya, warga di Bay Islands to Whangarei, dari Matata hingga Pulau Great Barrier harus ke tempat tinggi.

Dikatakan mereka berpotensi mendapat arus kuat tak biasa serta lonjakan tidak terduga, di mana gelombang pertama bukan yang terbesar.

“Aktivitas tsunami akan berlanjut selama beberapa jam dan ancamannya nyata sampai peringatan ini dibatalkan,” jelas badan tersebut.

Menteri Pertahanan Sipil Kiri Allan berujar, publik yang sudah berada di dataran tinggi untuk tetap diam hingga peringatannya dicabut.

Di kota Ohope, warga lokal Leslie Peake kepada New Zealand Herald mengatakan lalu lintas begitu macet karena warga mengungsi.

Badan Pertahanan Sipil Selandia Baru pun menyerukan agar warga berjalan demi menghindari kemacetan selama mengungsi.

Kabar ini terjadi sepekan setelah “Negeri Kiwi” merayakan peringatan 10 tahun gempa berkekuatan 6,3, menghancurkan sebagian Christchurch, membunuh 185 orang.

Leave a Reply