Tentara China di Siagakan Dekat Perbatasan Myanmar Demi Melindungi Pipa Gas Alam

Militer China Latihan Perang di Perbatasan Myanmar - Kabar24 Bisnis.com

Lorettanapoleoni.org – Beberapa sumber melaporkan bahwa Beijing menyiagakan pasukannya di perbatasan Myanmar-China. Sumber tersebut mengatakan, pasukan China berkumpul di Jiegao yang berseberangan dengan kota Muse di Negara Bagian Shan, Myanmar.

Melansir The Irrawaddy, Kamis (1/4/2021), China telah mengirim sejumlah pasukan dan truk militernya ke wilayah itu beberapa hari sebelumnya. Sumber dari kelompok etnik bersenjata mengatakan, China mengirim sinyal peringatan ke Myanmar.

TVBS News di Taiwan melaporkan, pasukan China ada di sana untuk melindungi pipa gas alam. Namun saluran televisi tersebut tidak memerinci laporannya. Pada awal Maret, China meminta junta militer Myanmar untuk melindungi pipa minyak dan gas yang mengalir ke negara tersebut.

Permintaan itu diutarakan setelah munculnya sentimen anti-China dan pengunjuk rasa mengancam akan meledakkan pipa tersebut. Proyek saluran pipa kembar sepanjang 800 kilometer ini membentang dari Kyaukphyu di Negara Bagian Rakhine melewati wilayah Magwe, Mandalay, dan Negara Bagian Shan lalu berakhir di China.

“Negeri Panda” sendiri berkeras bahwa perebutan kekuasaan yang dilakukan militer Myanmar adalah urusan internal. China selalu menegaskan hal itu di forum internasional termasuk di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan di Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Pada Februari, Kedutaan Besar China di Yangon menghadapi aksi demonstrasi yang berlangsung hampir setiap hari. Para demonstran menuntut Beijing menghentikan dukungan untuk militer Myanmar. Sentimen anti-China juga tumbuh di Myanmar, termasuk memboikot produk China.

Pada Senin (29/3/2021), tiga kelompok etnik bersenjata di Myanmar menyatakan bersedia bergabung dengan seluruh kelompok etnik untuk memerangi junta militer.

Ketiga kelompok etnik bersenjata tersebut adalah Arakan Army (AA), Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA), dan Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA).

Ketiganya membentuk aliansi yang dinamakan Brotherhood Alliance alias Persaudaraan Aliansi. Tiga kelompok etnik bersenjata itu bermarkas di sepanjang perbatasan China. Sedankan AA juga memiliki pasukan besar di Negara Bagian Rakhine utara, berbatasan dengan Bangladesh.

Leave a Reply