Pasangan Suami-Istri di India Sewa 4 Penjaga dan 6 Anjing Penjaga Hanya Untuk Melindungi Pohon Mangga Langka Termahal di Dunia

Bibit tanaman buah mangga irwin | Lazada Indonesia

Lorettanapoleoni.org – Pasangan Rani dan Sankalp Parihar di Negara Bagian Madhya Pradesh, India, menyewa empat penjaga dan enam anjing untuk menjaga pohon mangga yang langka dan mahal di kebun mereka.

Sankalp Parihar membeli dua bibit pohon mangga dari seorang pria ketika dia dalam perjalanan di sebuah kereta. Pohon itu ternyata jenis pohon mangga Miyazaki, mangga varietas Jepang yang dikenal sebagai mangga termahal di dunia. Tahun lalu buah mangga Miyazaki dihargai sekitar Rp 270.000 per kg di pasar internasional, menurut laporan media Jepang.

Rani dan Sankalp mengira dua bibit pohon mangga yang mereka tanam di kebun beberapa tahun lalu adalah jenis pohon mangga biasa pada umumnya.

Namun ketika pohon mangga itu menghasilkan buah yang berwarna merah mereka terkejut dan bahagia karena itu jenis mangga Jepang Miyazaki. Pohon mangga milik Rani dan Parihar itu kemudian menjadi terkenal di daerah mereka tinggal.

Dilansir dari laman Sputnik Information, Minggu (20/6), Parihar mengaku pencuri sudah berusaha menerobos masuk ke kebunnya dan ingin mencuri mangga itu bahkan ingin membawa sekalian pohonnya pada tahun lalu. Tapi mereka akhirnya berhasil menyelamatkan pohon itu.

Tahun ini, kata Parihar, mereka mempekerjakan empat penjaga dan enam anjing untuk melindungi pohon dan tujuh buah mangga yang ada. Di India pohon mangga itu termasuk langka dan dikenal dengan sebutan mangga “telur matahari”.

Parihar mengatakan dia dulu sedang dalam perjalanan kereta menuju Chennai untuk membeli beberapa bibit pohon. Di kereta seorang pria menawarkan dia bibit pohon mangga itu.

” Dia menawarkan bibit pohon ini kepada saya dan meminta saya untuk merawatnya seperti merawat bayi,” kata Parihar.

Kami menanamnya di kebun tanpa tahu jenis mangga apa ini, ujar Parihar. Tahun lalu ketika mangga ini berbuah dia melihat buahnya berbeda dari pada mangga pada umumnya.

” Karena saya tidak tahu jenis mangga apa ini jadi saya namai dengan nama ibu saya, Damini. Kemudian kami baru tahu nama sebenarnya. Namun bagi saya dia tetap Damini.”

Leave a Reply