Mengenal Profil Halimah Yacob, Presiden Wanita Pertama Singapura

Mengenal Profil Halimah Yacob, Presiden Wanita Pertama Singapura

lorettanapoleoni.org – Presiden ke-8 Singapura Halimah Yacob lahir di Queen Street, Singapura, pada 23 Agustus 1954. Dia merupakan anak paling bungsu dari lima bersaudara dan semua saudaranya laki-laki.

Ayahnya, seorang muslim keturunan India dan bekerja sebagai penjaga keamanan, meninggal saat Halimah masih berusia 8 tahun.

Dikutip dari Wikipedia, Halimah dibesarkan ibundanya, Maimun Abdullah, wanita keturunan Melayu yang saat itu bekerja di kedai makanan. Halimah yang masih sekolah mengaku sering membolos, membantu ibundanya berjualan.

Mengenal Profil Halimah Yacob, Presiden Wanita Pertama Singapura

Akibatnya, dia sempat akan dikeluarkan dari Singapore Chinese Girls’ College. Halimah memang dikenal dekat dengan keluarganya. Suaminya, Mohammed Abdullah Alhabshee, adalah mantan pengusaha keturunan Arab.

Pasangan ini menikah tahun 1980 dan memiliki lima anak. Sebelum mencalonkan diri menjadi Presiden Singapura, Halimah terlebih dahulu meminta izin suami dan anak-anaknya. Halimah berkuliah di College of Singapura mengambil jurusan hukum.

Dia lantas bergabung dengan Kongres Serikat Perdagangan Nasional (NTUC) sebagai staf lawful. Selama lebih dari 30 tahun Halimah mengabdi di NTUC hingga akhirnya ditunjuk menjadi Wakil Sekretaris Jenderal.

Tahun 2001, Halimah memulai karier politiknya. Dilansir Network News Asia, Halimah mengaku sama sekali tidak pernah berpikir untuk terjun ke dunia politik. Halimah juga sama sekali tidak membayangkan akan mencalonkan diri dalam pilpres.

Mengenal Profil Halimah Yacob, Presiden Wanita Pertama Singapura

Halimah terjun ke dunia politik atas dorongan dari Perdana Menteri Singapura saat itu, Goh Chok Tong. Dia mencalonkan diri sebagai anggota parlemen dan menang dalam empat pemilu parlemen sejak tahun 2001. Halimah mewakili wilayah Jurong dan Marsiling-Yew Tee.

Tahun 2011, Halimah ditunjuk menjadi Menteri Negara pada Kementerian Pengembangan Masyarakat, Urusan Pemuda dan Olahraga Singapura. Halimah yang saat itu tergabung dengan Partai Aksi Rakyat (PAP), ditunjuk menjadi Ketua Parlemen pada tahun 2013.

Dia mencetak sejarah sebagai wanita pertama yang menjabat Ketua Parlemen Singapura. PAP merupakan partai politik yang sejak lama berkuasa di Singapura dan menaungi Perdana Menteri Lee Hsien Loong yang kini menjabat.

Halimah mengundurkan diri pada Agustus 2017 saat memutuskan mencalonkan diri dalam pilpres. Halimah juga mengundurkan diri dari keanggotaan PAP. Seorang capres di Singapura memang tidak boleh tergabung dalam partai politik mana pun. Halimah, sudah menjadi presiden, dan rela melepas statusnya sebagai anggota partai.

Leave a Reply