Kontaversial di Kalangan Kerajaan Arab Saudi Terkait Pembunuhan Jurnalis

Raja Salman Marah Atas Kebijakan Baru Putra Mahkota Arab Saudi

Lorettanapoleoni.org – Arab Saudi dua hari lalu menolak laporan intelijen Amerika Serikat yang menyatakan pemimpin de facto sekaligus Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman menyetujui pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada Oktober 2018.

“Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menolak sepenuhnya laporan negatif, salah terkait kepemimpinan kerajaan dan laporan itu mengandung informasi dan kesimpulan yang tidak akurat,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi, seperti dilansir laman the Times of Israel, Minggu (28/2).

Dalam laporan yang dirilis dua hari lalu oleh pemerintaha Presiden Amerika Serikat Joe Biden, intelijen AS menyimpulkan bahwa sang pangeran “menyetujui operasi di Istanbul, Turki untuk menangkap atau membunuh Khashoggi.”

Saudi sebelumnya kerap mengatakan pembunuhan itu adalah kesalahan operasi dari tim lapangan dan membantah keterlibatan Pangeran MBS.

“Sungguh sangat disayangkan laporan ini memuat ketidakadilan dan kesimpulan yang tidak akurat sedangkan pihak kerajaan sudah jelas membantah kejahatan semacam ini dan kepemimpinan kerajaan perlu mengambil langkah untuk memastikan tragedi semacam ini tidak terjadi lagi,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri.

“Kerajaan menolak segala tindakan yang bertentangan dengan kepemimpinan, kedaulatan, dan kebebasan sistem peradilan,” lanjut pernyataan Kementerian.

Jamal Khashoggi, tokoh yang cukup vokal mengkritik kepemimpinan Pangeran MBS, dibujuk untuk datang ke konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada Oktober 2018 dan dia dibunuh oleh tim operasi Saudi di dalam konsulat itu. Mayatnya hingga kini tidak ditemukan.

Leave a Reply