Hebat, Digitalisasi Aksara Jawa Dipakai di SMA Yogyakarta sejak 10 Tahun Silam

Dalam era digital, budaya daerah cenderung terpinggirkan akibat derasnya arus globalisasi. Misalnya budaya bahasa dan aksara Jawa lambat laun ditinggalkan masyarakatnya, jika tidak dipelihara dengan baik.

Namun, di Daerah Istimewa Yogyakarta, ada beberapa sekolah yang memang peduli terhadap pemeliharaan aksara Jawa. Bahkan sejak 10 tahun lalu, aksara Jawa digunakan dalam komputer. Hasil tersebut tak lepas dari peranan seorang Setya Amrih Prasaja, Filolog yang bekerja di Dinas Kebudayaan Yogyakarta.

Amrih adalah seorang guru bahasa Jawa yang menggabungkan aksara Jawa dengan teknologi sehingga bisa dipergunakan di komputer.

“Waktu itu saya minta izin kepada kepala sekolah SMA 2 Bantul, pendidikan basis budayanya tidak ke pelajaran bersifat benda, tapi justru main di karakter dan pola pikir anak dengan aksara (Jawa). Bahkan di SMA 2 Bantul itu ulangan harian sampai ulangan akhir semester seluruhnya menggunakan aksara Jawa,” ujar Amrih dalam keterangan resminya, Sabtu (26/12).

Menurutnya, pola pengajaran ini dirasa cukup efektif, yaitu membiasakan siswa menggunakan aksara Jawa pada komputer dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga lambat laun siswa akan terpola dan mengenal aksara Jawa secara digital. Hasilnya, siswa menjadi terbiasa dan tidak kesulitan dalam menjawab soal-soal yang ditulis dalam aksara Jawa secara online.

“Pada 2010, waktu pertama kali jadi guru, saya berbicara di kelas, anak-anak saya giring ke lab TIK (Laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi) meski saya bukan orang TIK, tapi ada fasilitas TIK saya manfaatkan. Karena saya terbiasa dengan ulangan harian online,” kenangnya.

Hal senada juga diungkapkan kerabat satu profesi Amrih, Bekti Pangastuti. Menurutnya, digitalisasi aksara Jawa sangat memudahkan kegiatan belajar-mengajar karena perangkat digital membuat siswa lebih semangat dan tertantang mempelajari aksara Jawa.

“Dulu awal mengajar aksara Jawa masih manual. Namun, ketika Pak Setya Amrih masuk ke SMA 2 Bantul, dimulai lah digitalisasi aksara Jawa sampai sekarang,” ujar Bekti yang juga mengajar aksara Jawa di SMA 2 Bantul.

Pengakuan serupa juga datang dari Abdul Afif Rosyidi. Hingga kini digitalisasi aksara Jawa masih digunakan dalam kegiatan belajar di SMA Negeri 1 Mlati, Sleman, Yogyakarta.

“Aksara Jawa masih dipergunakan hingga kini. Karena sangat membantu dalam proses belajar-mengajar terutama di masa pandemi ini. Peserta didik sangat antusias dengan pertanyaan dan responsnya saat dikenalkan aksara Jawa di internet baik melalui laptop maupun ponsel pintar,” kata Afif.

Ageng Purwo Haryatno, alumnus SMA 1 Sanden, mengutarakan pengalamannya belajar menggunakan aksara Jawa saat di bangku SMA. Waktu itu pada 2011, dirinya diajarkan cara menggunakan aksara Jawa menggunakan komputer oleh Amrih.

“Saat itu baru naik kelas 2, saya diajar oleh Pak Amrih tentang cara menggunakan aksara Jawa menggunakan laptop, meski sekolah kami termasuk di pinggiran kota Bantul tapi sudah banyak murid atau siswa yang antusias dan akhirnya eksis menggunakan aksara Jawa sampai sekarang,” ungkap Ageng.

Dalam perkembangannya, aksara Jawa kini lebih responsif dan mudah diaplikasikan ke perangkat digital, mulai dari laptop hingga menggunakan ponsel pintar.

“Penggunaan aksara Jawa dalam ranah digital sangat bermanfaat bagi teman-teman yang bisa menggunakannya baik itu untuk desain produk, dekorasi jalan, dan lain-lain, terpenting bisa memperkenalkan kembali aksara Jawa dengan lebih mudah,” pungkas Ageng.

Leave a Reply