Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.200 Meter Pada Kamis Malam

Gunung Merapi Keluarkan 47 Kali Lava Pijar dan 3 Kali Awan Panas - Regional  Liputan6.com

Lorettanapoleoni.org – Gunung Merapi kembali luncurkan awan panas guguran pada Kamis (11/3/2021) malam.

Balai penyelidikan dan pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat 1 kali awan panas dengan amplitudo 30 mm dan berdurasi 106 detik.

“Jarak luncur mencapai 1.200 meter ke arah barat daya,” papar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Jumat (12/3/2021)

Secara umum, cuaca puncak Gunung Merapi adalah berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 13-24 °C, kelembaban udara 68-96 %, dan tekanan udara 838-942 mmHg.

Dan secara visual Gunung terlihat jelas namun asap kawah tidak teramati. Selama periode pengamatan Kamis (11/3/2021) mulai pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB pihaknya mendatat 1 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1200 m mengarah ke barat daya.

“Teramati juga 9 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.200 m ke arah barat daya,” terangnya.

Aktivitas lain adalah gempa guguran sebanyak 30 kali dengan amplitudo 3-45 mm dan berdurasi 10-96 detik.

Gempa hembusan sebanyak 2 kali dengan amplitudo 3-4 mm dan berdurasi 11-12 detik. Di samping itu juga gempa tektonik Jauh sebanyak 1 kali dengan amplitudo 14 mm, S-P 22 detik dan berdurasi 93 detik.

Sementara pada periode pengamatan Jumat (12/3/2021) mulai pukul 00:00-06:00 WIB pihaknya mencatat ada 17 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.000 m ke arah barat daya. Selain itu juga ada gempa guguran sebanyak 32 kali dengan mplitudo 3-32 mm dan berdurasi 11-77 detik.

“Gempa hembusan 4 kali dan gempa Hybrid/Fase Banyak 1 kali,”terangnya.

Hanik menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Di samping itu masyarakat juga diminta agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Sementara penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

“Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi,”tandasnya.

Leave a Reply