Category Archives: Nasional

Pemprov DKI Jakarta Melakukan Uji Coba Sekolah Tatap Muka Mulai Hari Ini

Mendikbud Soal Belajar Tatap Muka 2021: Sekolah Tidak Dibuka Kalau Pemda  Belum Siap | merdeka.com

Lorettanapoleoni.org – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengaku terdapat sejumlah orang tua murid yang masih ragu dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Jadi kita kembalikan kepada orang tua mana yang bersedia mana yang tidak. Kita tidak memaksakan,” katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (6/4).

Dia menyatakan hal tersebut merupakan hal yang lumrah dan bentuk kekhawatiran orang tua terkait penyebaran Covid-19.

“Tentu hak orang tua mengizinkan atau tidak. Untuk itu semua keputusan kami juga mendengarkan dari para orang tua,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di 85 sekolah yang ada di Ibukota.

Uji coba PTM di tengah situasi pandemi Covid-19 ini dilakukan mulai 7 hingga 29 April 2021.

Uji coba ini dilakukan untuk memastikan bahwa kesehatan dan keamanan peserta didik adalah prioritas utama dalam perancangan kebijakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada Juli 2021 mendatang.

Uji coba dilakukan secara terbatas dengan sistem pembelajaran campuran (blended learning).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana, menyatakan pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyiapkan rencana pembelajaran tersebut.

Berbagai rekomendasi pun telah diterima demi menjamin kesehatan dan keselamatan peserta didik.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam mengambil kebijakan terkait pelaksanaan satuan pendidikan di semester genap tahun pelajaran 2020/2021.

Prioritas kita semua adalah kesehatan dan keamanan peserta didik. Tentunya seluruh persiapan akan didiskusikan terlebih dahulu dan dimatangkan sebelum dilaksanakan.

Berita Duka dari Adik Sultan HB X, KGPH Hadiwinoto Meninggal Dunia

Adik Sultan HB X, Gusti Hadiwinoto Meninggal Dunia

Lorettanapoleoni.org – Adik Raja Keraton Yogyakarta Sultan HB X, KGPH Hadiwinoto meninggal dunia, Rabu (31/3). Hadiwinoto tutup usia pada pukul 08.30 WIB.

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Yogyakarta, GKR Condrokirono membenarkan kabar duka ini.

“Iya benar (KGPH Hadiwinoto) meninggal dunia. Tadi pagi sekitar jam 08.30 WIB,” kata putri Sultan HB X ini saat dihubungi.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hernawan mengatakan jika Hadiwinoto meninggal dunia di RSUP Dr Sardjito. Hadiwinoto meninggal dunia karena serangan jantung.

“Saat ini jenazah almarhum masih berada di RSUP Dr Sardjito. Penyebab almarhum meninggal dunia karena serangan jantung,” ungkap Banu.

Hadiwinoto sendiri merupakan adik kandung Sultan HB X. Hadiwinoto merupakan putra Sultan HB IX dengan KRA Widyaningrum (RA Siti Kustina).

Di Keraton Yogyakarta, Hadiwinoto menjabat sebagai Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Parastra Budaya dan Penghageng Tepas Panitikismo. Salah satu tugas dari Hadiwinoto adalah menangani urusan tanah Keraton Yogyakarta.

Kabar Duka, Pengamat Politik Arbi Sanit Meninggal Dunia

Pengamat Politik Arbi Sanit Meninggal Dunia - Kabar24 Bisnis.com

Lorettanapoleoni.org – Pengamat politik, Arbi Sanit, meninggal dunia pada Kamis (25/3) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Kabar duka itu dibenarkan Humas Universitas Indonesia (UI) Amelita Lusia.

“Iya betul mas,” kata Amelita.

Amelita mengaku baru dikabari ihwal kejadian itu. Berhubung Arbi Sanit merupakan akademisi UI yang sudah tak aktif lagi, pihaknya belum mengetahui lebih detail soal berpulangnya pengamat politik itu.

“Biasanya kan dosen-dosen yang purnabakti itu kita nggak tahu ke mana, tinggal di mana jadi saya dengan tim sama-sama sedang mencari kepastian lebih detail,” ujarnya.

Arbi Sanit dikabarkan meninggal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Dia didiagnosis gagal jantung akut, ada cairan di paru-parunya.

Sebelum wafat, pria yang lahir di Painan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada 4 Juni 1939 itu sempat dibawa ke ICCU RSCM pada Rabu (24/3) dan dipasang ventilator pukul 22.00 WIB.

Gunung Merapi Meluncurkan 9 Kali Guguran Lava Pijar Sejauh 1 km Kependuduk Desa

UPDATE: 6 Jam Terakhir Gunung Merapi 5 Kali Luncurkan Guguran Lava Pijar -  Tribunnews.com Mobile

Lorettanapoleoni.org – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah sembilan kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum satu kilometer ke arah barat daya dari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB pada Selasa.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan bahwa selama periode pengamatan itu Merapi juga mengalami 40 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-25 milimeter (mm) selama 11-63 detik.

Asap kawah tidak teramati keluar dari puncak kawah Merapi selama periode pengamatan. Dilansir Antara, Selasa (23/3).

Pada Senin (22/3) malam dari pukul 18.00 sampai 24.00 WIB, Gunung Merapi juga sembilan kali meluncurkan guguran lava pijar ke arah barat daya. Jarak luncur guguran lava pijarnya maksimum 900 meter.

Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan berdampak pada wilayah dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Apabila gunung api itu meletus, lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Pemerintah DKI Jakarta Menyiapkan 25 Bus Untuk Antar Lansia ke Tempat Vaksin

Lorettanapoleoni.org – Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan 25 bus sekolah dan 55 personel untuk mengantar lansia ke tempat vaksinasi. Bus tersebut dapat digunakan oleh lansia yang lokasinya jauh dari fasilitas kesehatan tempat vaksinasi berlangsung.

“Akan ditempatkan masing-masing 5 unit armada bus di 5 wilayah kota administrasi. Operasionalnya akan mengikuti kebutuhan dari masing-masing wilayah kota administrasi,” kata Kadishub DKI Syafrin Liputo dalam keterangannya, Jumat (19/3).

Syafrin mengatakan Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dishub DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan Dinkes terkait kebutuhan angkutan tersebut. Pihaknya siap untuk menambah jumlah armada jika dianggap kurang.

Sementara Kepala UPAS Provinsi DKI Jakarta, Ali Murtadho menerangkan pihaknya menyiapkan bus ukuran medium berkapasitas 22 orang dan bus jenis mikro berkapasitas 20 orang. Bus akan membawa lansia yang telah terdata oleh pihak kota atau Dinas Kesehatan untuk dilakukan vaksinasi.

“Bus sekolah akan mengangkut berdasarkan titik jemput yang telah ditentukan. Lansia tidak bisa mengajukan perorangan, melainkan harus melalui puskesmas setempat.

Sebab sistem pengangkutannya sesuai titik jemput yang diajukan oleh puskesmas maupun kecamatan setempat. Lansia kemudian akan diantarkan kembali ke titik jemput usai divaksinasi,” jelas Ali.

Ali berharap dengan sistem itu akan memudahkan warga lansia untuk mendapatkan transportasi saat akan vaksinasi.

“Kami akan berupaya memfasilitasi dan merespons dengan cepat dalam upaya memobilisasi warga, sehingga masyarakat dapat terbantu dari sisi transportasi, program vaksinasi pun bisa berjalan lancar,” pungkas Ali.