Category Archives: Nasional

Kisah Hidup Letnan Komarudin, Prajurit TNI yang di Kenal Kebal Peluru Pada Saat Penjajahan Belanda

Letnan Komarudin, Pahlawan Kebal Peluru Juga Suntikan - Regional  Liputan6.com

Lorretanapoleoni – Serangan Umum 1 Maret (SO 1 Maret) merupakan peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Pertempuran yang meletus di tahun 1949 itu berhasil membuka mata dunia bahwa perlawanan rakyat Indonesia terhadap Belanda belum berakhir.

Hal inilah yang mendorong diselenggarakannya Konferensi Meja Bundar pada November 1949 di mana Belanda secara resmi mengakui kedaulatan Indonesia.

Selain Letnan Kolonel Soeharto dan Jenderal Besar Soedirman, ada satu nama lagi yang terlupakan tentang sosok penting di balik peristiwa itu. Dia adalah Letnan Komarudin.

Memiliki nama asli Eli Yakim Teniwut, pria kelahiran Maluku Tenggara itu dikenal pemberani dan disebut-sebut masih memiliki keturunan dengan panglima perang Pasukan Diponegoro. Tak hanya itu, Komarudin pun disebut-sebut juga kebal peluru.

” Waktu kami rame-rame menengok Mbah Komar, Dokter Barid mengeluhkan ia tak bisa menyuntik Mbah Komar karena kulitnya keras sekali,” kata Priyanto, orang yang cukup dekat dengan Letnan Komaruddin pada tahun 1950-an.

Berikut ini adalah kisah perjuangan Letnan Komarudin, pahlawan peristiwa SO 1 Maret yang terlupakan:

Kekeliruan Letnan Komarudin yang Berbuah Keuntungan

Pada Peristiwa Serangan 1 Maret, sosok Letnan Komarudin mendapat sorotan karena ia lupa akan rencana yang telah disusun mengenai waktu penyerangan. Sebelumnya, Letkol Soeharto telah menjadwalkan melakukan penyerbuan besar-besaran ke markas Belanda di Yogyakarta pada tanggal 1 Maret 1949, tapi waktu itu Letnan Komarudin beserta pasukannya sudah melakukan serangan sehari sebelumnya, 28 Februari 1949.

” Jadi begitu sirine berbunyi jam 6, dia langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerbu Jogja dan terjadilah pertempuran hebat dengan Belanda. Itu sempat membuat Soeharto marah dan memerintahkan pengawalnya untuk datang ke Komarudin untuk bilang kalau dia salah tanggal,” kata Hendi Jo, seorang jurnalis sejarah, dikutip dari kanal YouTube MerdekaDotCom.

Kesalahan Letnan Komarudin dalam melancarkan serangan tidak sesuai jadwal justru menjadi sebuah keuntungan bagi Indonesia. Karena serangan Letnan Komarudin, Belanda mengira itulah serangan besar-besaran yang telah direncanakan TNI.

Oleh karena itu setelah serangan itu berakhir, Belanda menjadi lengah. Mereka tak pernah menyangka bahwa serangan besar-besaran itu terjadi keesokan harinya, tepat 1 Maret 1949. Karena serangan besar-besaran itu, Yogyakarta sempat dikuasai pasukan TNI selama 6 jam.

Dikenal Kebal Peluru

Dalam setiap pertempuran yang dijalaninya, Letnan Komarudin dikenal sebagai sosok pemberani dan kebal terhadap peluru. Hal inilah yang banyak diceritakan para mantan anak buahnya.

Pada saat melakukan penyerangan terhadap tentara Belanda, Letnan Komarudin suka menyerbu sendirian. Walaupun peluru-peluru Belanda terus berdatangan, tapi tak ada satupun yang mengenai Letnan Komarudin.

” Entah mungkin karena nasib Komarudin waktu itu belum waktunya atau betul-betul karena dia anti peluru. Tapi yang jelas Komarudin tidak mati,” kata Hendi Jo.

Dituduh Terlibat dalam Gerakan DI/TII

Setelah Belanda pergi, berbagai pemberontakan terjadi di Indonesia, salah satunya yang dilakukan Gerakan DI/TII. Priyanto, salah satu cucu Komarudin, mengatakan dalam buku “Laporan Kepada Bangsa: Militer Akademi Yogyakarta” karya Daud Sinjal, bahwa tuduhan itu muncul pada tahun 1950-an.

Saat itu, Komarudin bersama pasukannya ditugaskan menumpas pemberontakan DI/TII yang dipimpin Sekar Maridjan Kartosoewirjo di Malangbong, Garut. Alih-alih berperang, Kompi Komarudin malah kerap “ngopi bareng” dengan pasukan DI/TII.

Dilansir dari Arsipindonesia.com, ternyata waktu itu Komarudin merasa jengah berperang dengan para gerilyawan DI/TII karena sebagian anggotanya merupakan rekannya saat dulu masih aktif di Laskar Hizbullah. Malah beberapa di antaranya ada juga yang pernah satu perguruan dengannya saat belajar agama dan ilmu kanuragan.

” Akibatnya Mbah Komar dan pasukannya ditarik lagi ke Yogya dan sesampainya di markas langsung dipecat secara massal,” kata Priyanto.

Jadi Preman Pasar Senen

Setelah peristiwa itu, Komarudin secara resmi mundur dari dunia ketentaraan dan memilih “dunia jalanan” sebagai jalan hidupnya. Ia kemudian mulai dikenal sebagai seorang preman di Kotagede, Yogyakarta. Penampilannya waktu itu cukup nyentrik karena saat nongkrong dia gemar memakai topi koboi.

Namun pada tahun 1969, secara misterius dia menghilang dari Kotagede. Soetojo, teman seperjuangannya waktu melawan Belanda, berinisiatif mencarinya ke Jakarta dan menemukan Komarudin tinggal di sebuah gubuk kecil di wilayah Cempaka Putih. Saat itu Komarudin menghidupi kesehariannya dengan bekerja sebagai seorang preman yang ditakuti di wilayah Pasar Senen.

Karena dibujuk terus oleh Soetojo, pada tahun 1972 Komarudin kembali ke Kotagede. Namun tak lama setelah itu, ia jatuh sakit dan mengalami koma. Ia kemudian dirawat di PKU Muhammadiyah Kotagede. Pada tahun 1973, Komarudin menghembuskan napas terakhirnya. Jasadnya dikebumikan secara militer di Taman Kesuma Negara Semaki, Yogyakarta.

Animal Defender Indonesia Menemukan Kasus Penjualan Daging Anjing Dipasar Senen Jakarta

Dugaan Penjualan Daging Anjing di Pasar Senen Diselisik

Lorettanapoleoni.org – Pet Protectors Indonesia (ADI) menemukan perdagangan daging anjing di PD Pasar Jaya Pasar Senin Blok III, Jakarta Pusat.

Tim ADI mengunjungi pasar tersebut pada Selasa (7/9) lalu dan melihat ada penjual daging anjing di tengah-tengah bahan pangan lainnya. Mereka berbaur dengan pedagang daging lainnya seperti sapi, kambing hingga babi.

Doni Herdanu, selaku Ketua ADI mengatakan, pihaknya telah mengirimkan somasi ke beberapa pihak yang ditengarai telah memfasilitasi dan melakukan pembiaran penjualan daging anjing tersebut. Salah satunya ke PD Pasar Jaya dan tembusan dikirimkan ke Gubernur Anies Baswedan.

“Satu lapak yang kami investigasi, mengaku bahwa mereka marginal menjual 4 ekor anjing dalam sehari. Mereka sudah beroperasi lebih dari 6 tahun,” tulisnya di akun Instagram @doniherdaru, Jumat (10/9).

Dalam rilis terpisah, Doni mengatakan, penjualan daging ini dikhawatirkan memicu penyebaran penyakit rabies. Padahal, kata Doni, Pemprov DKI mengeklaim sudah bebas rabies sejak tahun 2004.

Tindakan perdagangan dan pembiaran penjualan daging anjing, imbuhnya, telah melanggar sejumlah Undang-Undang. Antara lain UU Perlindungan Konsumen, UU Pangan, UU Peternakan, serta potensi pidana dari sindikat pencurian hewan peliharaan yang memasok anjing sebagai makanan.

Dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nomor 9874/SE/pk.420/ F/09/2018 ditegaskan bahwa daging anjing tidak termasuk dalam definisi pangan.

Pihaknya mendesak agar PD Pasar Jaya segera menertibkan para pedagang yang berada dalam pengelolaannya dan taat pada aturan bersama yang telah ada.

“Somasi ini dilayangkan beserta tembusan ke Gubernur DKI Jakarta, Menteri Pertanian, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, agar menjadi perhatian bersama dan tidak terulang di masa depan,” tegasnya.

Sebelumnya, Tim ADI juga sudah melayangkan somasi ke sejumlah perusahaan seperti Gofood, Grabfood, Shopeefood dan Travelokaeats. Keempat platform tersebut ditemukan memfasilitasi penjualan daging anjing. Namun baru Travelokaeats yang memberikan respons atas somasi ADI.

Inilah Strategi Pemerintah Tingkatkan Lapangan Kerja Saat Pandemi Berlangsung di Indonesia

Menko Airlangga: Tegaskan Komitmen Pemerintah Indonesia terkait Pembangunan  yang Berkelanjutan - Lorettanapoleoni.org

Lorettanapoleoni.org – Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam menyediakan pekerja berkualitas menengah (middle-class work) untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Kementerian Koordinator Perekonomian melakukan beberapa langkah dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas lapangan kerja di Indonesia, terutama di tengah pandemi Covid-19.

“Pemerintah memahami di tengah kondisi pandemi Covid-19, dibutuhkan pasar tenaga kerja yang fleksibel dan tenaga kerja yang adaptif, tenaga kerja ini dapat diciptakan melalui pelatihan,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam peluncuran laporan Financial institution Dunia, Rabu (30/6).

Untuk melindungi pekerjanya yang terdampak pandemi, pemerintah memaksimalkan asuransi melalui BPJamsostek. Dengan BPJamsostek, pekerja yang tidak dapat melanjutkan pekerjaannya akan mendapatkan bantuan finansial, bantuan pelatihan dan akses ke pasar tenaga kerja.

Kemudian, pemerintah juga menginisiasi Omnibus Law untuk menarik investasi sehingga lapangan kerja dapat tercipta di Indonesia. Tak ketinggalan, program Kartu Prakerja menjadi andalan pemerintah untuk membantu masyarakat meningkatkan ability mereka.

“Pada awalnya, Kartu Prakerja ini diinisiasi untuk me-retraining dan reskilling pekerja agar dapat pekerjaan yang lebih baik, namun di tengah pandemi, Kartu Prakerja dijadikan salah satu jaring pengaman sosial, dan tetap memberi retraining dan reskilling,” jelas Airlangga.

Hingga saat ini, pendaftar Kartu Prakerja mencapai 65 juta orang, meski yang diterima hanya 8,3 juta orang. Kebanyakan, mereka memanfaatkan advantage finansial dan pelatihan untuk membuka usaha baru.

“Mereka pun memanfaatkan fasilitas KUR dengan plafon Rp 10 hingga Rp 500 juta,” jelasnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga melakukan reformasi sekolah vokasi dengan menerapkan link and suit serta meluncurkan program Merdeka Belajar. Untuk jangka panjang, pemerintah akan berfokus pada penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan dan inklusif serta melindungi tenaga kerja secara menyeluruh.

Seorang Narapidana Berhasil Kabur Dengan Cara Memenjat Atap Gedung Penjara di Lapas Tembilahan Indragiri

Seorang napi kabur dengan cara memanjat atap gedung

Lorettanapoleoni.org – Seorang narapidana yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tembilahan, Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Selasa (15/6) subuh. Pria bernama Anton Container Suni itu masih diburu aparat terkait.

Kepala Lapas Kelas IIA Tembilahan Julianto Budhi Prasetyono menuturkan Anton diketahui melarikan diri dari atap gedung pada pukul 05.15 WIB. Aksinya terekam kamera pengawas (CCTV) saat memanjat atap gedung penjara itu.

Kaburnya Anton diduga terjadi saat petugas Lapas membuka pintu kamar tahanan untuk melaksanakan ibadah salat Subuh sekaligus membersihkan location perkantoran Lapas.

“Pada pukul 04.30 WIB petugas atas nama Ismi Taufiq membuka pintu kamar Meranti 01 untuk ibadah salat Subuh dan membersihkan location perkantoran Lapas. Pada pukul 05.15 WIB, Anton dilaporkan tidak kembali ke kamar,” ungkapnya.

Penghuni kamar Meranti 01, Heriyanto, mengaku tidak melihat Anton. Padahal seluruh penghuni Lapas sudah diarahkan kembali ke kamar.

Saat ini pihak Lapas telah melakukan upaya pencarian. “Petugas melakukan pencarian di sekitar pelabuhan, alamat yang bersangkutan dan seputaran Kota Tembilahan,” jelasnya seperti dilansir Antara.

Dengan adanya kejadian itu, Budhi menyampaikan, pihaknya akan melakukan koordinasi bersama TNI dan Polri untuk melakukan pencarian dan pengejaran Anton. Mereka telah menandai titik-titik yang diduga sebagai lokasi pelarian. Selain itu, mereka juga berupaya memperkuat pengamanan Lapas.

“Kami akan lakukan evaluasi dan penguatan petugas. rencana besok kita akan bekerja sama dengan Polres dan Kodim untuk peningkatan kemampuan personel pengamanan, penguatan sarana Pam khususnya titik-titik rawan dan peningkatan sinergitas dengan aparat pengamanan untuk pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban,” tuturnya.

Beberapa Faktor Beban Berat Keuangan Garuda Indonesia, Hingga Komisaris Rela Tidak Digaji

Bos Garuda: Enggak Perlu Kaget Jika Dengar Ada Maskapai Nyatakan Pailit -  Bisnis Tempo.co

Lorettanapoleoni.org – PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) Tbk atau GIAA sedang mengalami kesulitan keuangan imbas kesalahan pengelolaan masa lalu dan dampak pandemi Virus Corona. Utang perseroan hingga kini terus menumpuk hingga mencapai Rp70 triliun.

Memang Garuda Indonesia telah memiliki sejumlah strategi untuk mengatasi masalah ini. Seperti diantaranya menawarkan program pensiun dini.

Selain pensiun dini dan pengurangan jumlah operasional pesawat, langkah lain yang dilakukan perseroan adalah meluncurkan promosi Garuda Eco Lite, Garuda Online Traveling Fair.

Perseroan juga melakukan pembukaan penerbangan langsung khusus kargo guna mendukung daya saing komoditas ekspor nasional dan pengembangan UMKM. Serta pengoperasian pesawat passenger truck, optimalisasi layanan carter kargo, dan pengembangan layanan pengiriman barang Kirim Aja berbasis aplikasi digital.

Namun, strategi bukan tanpa dampak. Berikut sejumlah fakta mengenai beban berat keuangan Garuda Indonesia.

Tawarkan Pegawai Pensiun Dini

Manajemen maskapai pelat merah tersebut menawarkan pensiun dini kepada karyawan sebagai salah satu upaya bertahan. Penawaran pensiun dini akan berlangsung hingga 19 Juni 2021 juga diikuti dengan rencana perseroan memangkas jumlah pesawat yang beroperasi.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra membenarkan bahwa pihak manajemen Garuda Indonesia meminta para karyawannya untuk mempercepat pensiun dini, jika tidak maka gaji karyawan yang sempat ditunda tidak akan dibayarkan dulu. Lantaran keadaan keuangan Garuda Indonesia semakin mengkhawatirkan.

” Memang betul kami menawarkan pensiun dipercepat bagi karyawan Garuda. Tahun 2020 karyawan Garuda Indonesia saja 7.890 orang dan tahun lalu kita sudah melakukan program pensiun dini ini plus percepatan kontrak dari pegawai-pegawai kita,” kata Irfan.

Pangkas Jumlah Komisaris

Menteri BUMN Erick Thohir memutar otak guna mengatasi efisiensi keuangan di tubuh Garuda Indonesia yang kini tengah terlilit utang hingga puluhan triliun rupiah. Salah satunya, dia mengusulkan agar dilakukan pemangkasan dengan hanya menyisakan dua dewan komisaris saja untuk perseroan.

Kabar ini diumumkan pasca menerima surat tembusan dari salah satu anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia, Peter Gontha yang meminta agar pembayaran dirinya dan para komisaris lain pada Mei 2021 ditangguhkan.

” Sangat bagus. Kita harus puji. Bahkan saya ingin mengusulkan, komisaris Garuda Indonesia hanya dua saja,” kata Erick Thohir di kantor Kementerian BUMN.

Erick word play here menyambut usulan Peter Gontha sembari mengatakan, bukan hanya sejumlah pegawai Garuda Indonesia saja yang dilakukan pensiun dini, tapi jumlah komisaris tidak dikurangi. “Jadi usulan Peter Gonta bagus menurut saya. Jadi bener-bener mencerminkan keseriusan komisaris dan direksi Garuda,” ungkapnya.

Utang Garuda Indonesia Bertambah Rp 1 T Tiap Bulan
Garuda Indonesia tercatat memiliki utang sebesar USD 4,9 miliar atau setara Rp70 triliun, meningkat sekitar Rp1 triliun setiap bulan karena terus menunda pembayaran kepada pemasok.

Perusahaan juga tercatat memiliki arus kas negatif dan utang minus Rp41 triliun. Tumpukan utang tersebut disebabkan pendapatan perusahaan yang tidak bisa menutupi pengeluaran operasional.

Berdasarkan pendapatan Mei 2021, Garuda Indonesia hanya memperoleh sekitar USD 56 juta dan dalam saat bersamaan harus membayar sewa pesawat USD 56 juta, perawatan pesawat USD 20 juta, bahan bakar avtur USD 20 juta, dan gaji pegawai USD 20 juta.

Garuda Indonesia Fokus Layani Turis Lokal

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, Garuda Indonesia akan fokus pada bisnis penerbangan domestik dengan melayani perjalanan masyarakat antarpulau di Tanah Air. Aksi yang dilakukan pemerintah tersebut merupakan upaya untuk menyelamatkan Garuda Indonesia dari masalah finansial akibat kerugian yang dialami perseroan.

” Indonesia ini negara kepulauan, jadi tidak mungkin orang Indonesia menuju pulau lain pakai kereta, pilihannya ada dua yaitu kapal laut atau penerbangan. Garuda dan Citilink akan fokus kepada pasar domestik, bukan pasar internasional,” kata Menteri Erick Thohir seperti dikutip dari Antara di Jakarta.

Menteri Erick merujuk database Garuda Indonesia yang didominasi penumpang tujuan daerah sebanyak 78 persen dengan pendapatan mencapai Rp1.400 triliun. Sementara, jumlah penumpang tujuan luar negeri tercatat hanya 22 persen dengan perolehan Rp300 triliun.

Menurutnya, pembicaraan terkait perubahan bisnis Garuda Indonesia ke pasar domestik telah dilakukan pada November 2019 hingga Januari 2020, sebelum adanya pandemi COVID-19. “Sebelum COVID-19 sebanyak 78 persen turis adalah turis lokal sebanyak Rp1.400 triliun, turis asing hanya 22 persen Rp300 triliun,” kata Menteri Erick.

Komisaris Rela Tak Terima Gaji

Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Triawan Munaf menyatakan, jajaran komisaris siap tidak menerima gaji untuk bisa menyelamatkan maskapai pelat merah tersebut. Pernyataan itu diberikan pasca Anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia Peter Gontha meminta penangguhan gratuity bulanan per Mei 2021 kemarin.

“Sudah disetujui. Isi dari surat itu substansinya ya bahwa dewan komisaris termasuk saya menyetujui langkah-langkah efisiensi yang terjadi di Garuda Indonesia. Termasuk pengurangan gaji, pemotongan gaji, peniadaan gaji,” ujar Triawan.

Triawan menyebutkan, peniadaan gratuity tersebut telah disetujui oleh seluruh anggota dewan komisaris Garuda Indonesia demi menyelamatkan perseroan yang tertimpa kesulitan finansial.

“Kita bukan cari uang di situ, kita cari hidup. Kita ingin menyelamatkan Garuda Indonesia secara finansial,” tegasnya.