Category Archives: Internasional

Kabar Duka : Pendiri Perusahaan Mi Instan Korea Nongshim, Shin Choon -Ho Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun

Raja Mie Instan Korea Selatan, Pencipta Shin Ramyun Meninggal Dunia Diusia  91 Tahun - Pikiran-Rakyat.com

Lorettanapoleoni.org – Pendiri produsen mi instan terbesar di Negeri Ginseng, Shin Choon Ho meninggal di usia 91 tahun, tepat pada Sabtu (27/03). Kabar duka ini langsung dirasakan oleh seluruh penggemar mi instan yang terkenal akan produk Shin Ramyun, Chapagetti, dan Saewookkang itu.

Mengutip Korea JoongAng Daily, perusahaan mengkonfirmasi bahwa Shin tutup usia saat berada dalam perawatan di Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul. Ketua dari perusahaan Nongshim ramyeon itu telah mendedikasikan hidupnya dalam bisnis makanan instan Korea.

Sejak tahun 1963, mendiang Shin Choon-Ho memiliki ketertarikan akan bisnis dengan produk utama mi instan. Kala itu, ia secara mandiri memulai bisnis dengan mendirikan Lotte Industrial Company. Setelah 13 tahun, Shin menghapus Lotte dari nama bisnisnya, dan berganti nama menjadi Nongshim yang artinya ‘Hati Petani’. Sejak itulah, Nongshim semakin dikenal sebagai produsen ramyeon terbesar di Korea dan ke-5 di dunia.

Tiga produk utama yang paling dikenal hampir di seluruh negara, di antaranya; Shin Ramyun, Chapagetti, dan Saewookkang. Shin Ramyun merupakan satu-satunya merek atau brand yang sesuai dengan nama marganya.

Meskipun banyak yang menganggap nama tersebut diambil dari nama keluarga. Tapi, bagi Shin, merek mi itu murni hanyalah sebagai singkatan saja. Nama Shin, juga bisa diartikan sebagai rasa pedas.

Popularitas merek Shin Ramyun bukan saja menjamur di supermarket dan minimarket lokal. Namun, distribusinya dalam skala internasional terbilang sangat sukses. Hampir semua rak supermarket di 100 negara, menyediakan produk ini.

Pendiri Perusahaan Mi Instan Korea Nongshim, Shin Choon-Ho, Tutup Usia -  kumparan.com

Sebanyak 40 persen pendapatan Nongshim, diperoleh dari penjualannya di luar negeri. Melalui produk Shin Ramyun, perusahaan telah berhasil mendapat keuntungan USD 390 juta atau setara dengan Rp 5 triliun per 2020.

Tak kalah populer dengan Shin Ramyun, mi Chapaguri juga berhasil mencuri perhatian masyarakat. Kombinasi antara merek Chapagetti dan Neoguri Ramyeon pertama kali diperlihatkan dalam film Oscar ‘Parasite’, garapan sutradara Bong Joon Ho. Karena itulah, produk Chapagetti atau mi Chapaguri semakin banyak dicari di berbagai negara.

Lantas apa yang membuat mi instan khas Nongshim ini cukup berbeda? Ya, selain karena perusahaan ini menjadi pelopor industri makanan instan, kunci kesuksesannya terletak pada pengembangan resep dan teknologi olahan mi.

Shin berusaha menciptakan teknologi sendiri untuk perusahaannya. Tak hanya itu, ia juga mendirikan laboratorium penelitian dan mengembangkan resep mi dengan cita rasa asli Korea.

Di tahun ini, sang legenda telah tiada. Banyak kolega dan petinggi perusahaan ternama Korea, menyambangi rumah duka Shin Choon Ho. Hingga akhir hayatnya, ia berpesan pada seluruh karyawan, untuk selalu menumbuhkan Nongshim di dunia dengan kualitas terbaik dan kejujuran.

Meski Shin Choon Ho sudah pergi untuk selamanya. nama dan produknya akan selalu diingat. Mi instan Korea berhasil mendunia salah satunya karena kegigihan Shin yang terus mengembangkan makanan cepat saji itu.

Serangan Bom Terjadi di Afganistan, 3 Personel Keamanan Menjadi Korban

Bom Mobil Kembali Terjadi di Afghanistan, Sedikitnya 30 Anggota Pasukan  Keamanan Tewas - Global Liputan6.com

Lorettanapoleoni.org – Sebuah bom mobil meledak di ibu kota Afghanistan, Kabul, pada Minggu (4/4/2021).

Pengeboman tersebut menewaskan sedikitnya tiga personel keamanan Afghanistan dan melukaui 12 orang.

Juru bicara kepolisian Kabul Ferdaws Faramarz mengonfirmasi jumlah korban dalam pengeboman di distrik Paghman, Kabul, tersebut. Namun, dia menambahkan bahwa jumlah korban bisa meningkat sebagaimana dilansir Reuters.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok teroris Taliban mengeklaim bahwa 45 personel pasukan keamanan Afghanistan yang tewas atau terluka dalam ledakan itu.

Taliban juga mengeluarkan peringatan untuk menghentikan serangan udara lanjutan di sejumlah wilayah Afghanistan.

Kelompok itu menambahkan, serangan udara tersebut melanggar kesepakatan antara Taliban dan Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan yang dimaksud adalah rencana penarikan pasukan asing dari Afghanistan pada 1 Mei dengan imbalan jaminan perdamaian dari Taliban dan pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan.

Pengeboman tersebut terjadi ketika Washington berupaya ikut terjun ke dalam pembicaraan damai antara Taliban dan Afghanistan yang bergerak lambat.

Mereka telah mengusulkan diadakannya konferensi di Turki akhir bulan ini dan pembentukan pemerintahan sementara untuk menyertakan perwakilan Taliban.

Pihak Barat berseru kepada Taliban untuk sesegera mungkin melakukan gencatan senjata.

Mereka mengatakan, memenuhi batas waktu penarikan pasukan pada 1 Mei akan sulit jika tingkat kekerasan di Afghanistan tidak turun. Bulan lalu, Taliban mengancam akan melanjutkan permusuhan terhadap pasukan asing di Afghanistan jika mereka tidak memenuhi batas waktu penarikan.

Mengidap Kelainan yang Langka Wanita di India Mengeluarkan Darah dari Mata Saat Menstruasi

Wanita di India Menangis Darah Selama Menstruasi, Terungkap Pemicunya

Lorettanapoleoni.org – Sebuah kondisi aneh dialami seorang wanita, yakni keluar darah dari matanya saat waktu tertentu.Dokter India melaporkan kasus kelainan langka yang dialami seorang wanita berusia 25 tahun yang mengeluarkan darah dari matanya selama menstruasi.

Haemolacria, kondisi yang menyebabkan orang menangis darah, sangat jarang terjadi.

Tetapi dokter menyebut kasus seorang wanita dengan kondisi serupa, tetapi bahkan lebih jarang yang disebut ocular vicarious menstruation.

Seperti namanya, hal itu menyebabkan penderita wanita mengeluarkan darah dari matanya, tetapi hanya selama periode menstruasi bulanan.

Wanita berusia 25 tahun, yang namanya tidak diungkapkan karena alasan privasi, mengunjungi ruang gawat darurat di sebuah rumah sakit di Chandigarh, mengeluh tentang tangisan darah.

Semua tesnya normal, dan hanya setelah wanita itu mengungkapkan bahwa hal yang sama telah terjadi sekitar waktu yang sama pada bulan sebelumnya, dokter membuat kaitannya dengan menstruasi.

“Estrogen dan progesteron dapat meningkatkan permeabilitas kapiler yang mengakibatkan hiperemia, kemacetan, dan perdarahan sekunder dari jaringan ekstrauterin,” tulis penulis studi yang mendokumentasikan kasus wanita tersebut.

Setelah didiagnosis, wanita tersebut dirawat dengan kontrasepsi oral yang mengandung kombinasi estrogen dan progesteron.

Setelah tiga bulan tindak lanjut dia melaporkan bahwa perdarahan mata sudah tidak terjadi lagi.

Tentara China di Siagakan Dekat Perbatasan Myanmar Demi Melindungi Pipa Gas Alam

Militer China Latihan Perang di Perbatasan Myanmar - Kabar24 Bisnis.com

Lorettanapoleoni.org – Beberapa sumber melaporkan bahwa Beijing menyiagakan pasukannya di perbatasan Myanmar-China. Sumber tersebut mengatakan, pasukan China berkumpul di Jiegao yang berseberangan dengan kota Muse di Negara Bagian Shan, Myanmar.

Melansir The Irrawaddy, Kamis (1/4/2021), China telah mengirim sejumlah pasukan dan truk militernya ke wilayah itu beberapa hari sebelumnya. Sumber dari kelompok etnik bersenjata mengatakan, China mengirim sinyal peringatan ke Myanmar.

TVBS News di Taiwan melaporkan, pasukan China ada di sana untuk melindungi pipa gas alam. Namun saluran televisi tersebut tidak memerinci laporannya. Pada awal Maret, China meminta junta militer Myanmar untuk melindungi pipa minyak dan gas yang mengalir ke negara tersebut.

Permintaan itu diutarakan setelah munculnya sentimen anti-China dan pengunjuk rasa mengancam akan meledakkan pipa tersebut. Proyek saluran pipa kembar sepanjang 800 kilometer ini membentang dari Kyaukphyu di Negara Bagian Rakhine melewati wilayah Magwe, Mandalay, dan Negara Bagian Shan lalu berakhir di China.

“Negeri Pandaā€¯ sendiri berkeras bahwa perebutan kekuasaan yang dilakukan militer Myanmar adalah urusan internal. China selalu menegaskan hal itu di forum internasional termasuk di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan di Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Pada Februari, Kedutaan Besar China di Yangon menghadapi aksi demonstrasi yang berlangsung hampir setiap hari. Para demonstran menuntut Beijing menghentikan dukungan untuk militer Myanmar. Sentimen anti-China juga tumbuh di Myanmar, termasuk memboikot produk China.

Pada Senin (29/3/2021), tiga kelompok etnik bersenjata di Myanmar menyatakan bersedia bergabung dengan seluruh kelompok etnik untuk memerangi junta militer.

Ketiga kelompok etnik bersenjata tersebut adalah Arakan Army (AA), Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA), dan Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA).

Ketiganya membentuk aliansi yang dinamakan Brotherhood Alliance alias Persaudaraan Aliansi. Tiga kelompok etnik bersenjata itu bermarkas di sepanjang perbatasan China. Sedankan AA juga memiliki pasukan besar di Negara Bagian Rakhine utara, berbatasan dengan Bangladesh.

Gejala Ruam Merah dan Perih di Sekujur Tubuh, Efek Samping Langka Vaksin Covid-19 Dialami Pria Ini

Kulit Pria Ini Terkelupas dan Muncul Ruam Merah Setelah Terima Suntikan  Vaksin Covid-19 | Indozone.id

Lorettanapoleoni.org – Pria di Virginia berusia 74 tahun mengalami ruam merah setelah mendapatkan satu suntikan dosis vaksin Covid-19 dari Johnson & Johnson.

Melansir Daily Mail pada Rabu (31/3/2021), efek samping langka yang membuatnya tidak nyaman itu muncul pertama di bawah lengan Richard Terrell membentuk bercak merah, setelah 4 hari vaksinasi Covid-19.

Dengan cepat bercak merah itu menjadi gatal, bengkak, dan menutupi sebagian besar tubuhnya.

“Itu semua terjadi begitu cepat. Kulit saya terkelupas,” kata Terrell kepada WRIC.

Pada 19 Maret, dia memperiksakannya ke ahli dermatologi dan dokter membawanya ke ruang gawat darurat.

Dokter di UGD tersebut memvonis kondisi kulit Terrell memang merupakan efek samping langka yang mengerikan dari vaksin Covid-19, yang disebabkan oleh aktivasi sistem kekebalan yang gila-gilaan.

Reaksi Terrell dilaporkan ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Ia dirawat selama 5 hari di rumah sakit, setelah itu pulih dan bisa pulang. Terlepas dari efek samping langka mengerikan yang pernah ia alami, ia tidak menyesali melakukan vaksinasi Covid-19 dan mendorong semua orang untuk mendapatkan vaksinasi mereka.

Efek samping yang dialami Terrell tidak berbeda dengan ruam “lengan Covid-19” yang terlihat pada beberapa penerima vaksin Moderna.

Namun, bercak merah biasanya merupakan respons yang tidak berbahaya dari sistem kekebalan terhadap suntikan yang menghilang dalam sepekan.

Istilah resmi yang digunakan oleh ahli kulit dan ahli alergi untuk menggambarkan efek samping langka tersebut adalah “hipersensitivitas kulit tertunda”.

Hipersensitivitas berarti reaksi yang tidak diinginkan yang dihasilkan oleh sistem kekebalan dan itu tertunda karena biasanya terjadi beberapa hari setelah suntikan diberikan.

Ruam biasanya berwarna merah dan bengkak, yang terkadang terasa perih saat disentuh serta selalu muncul di lengan tempat vaksin diberikan.

Reaksi serupa juga ditemukan pada orang yang pernah menerima vaksin tetanus, vaksin cacar air, dan vaksin MMR (campak, gondok, rubella).

Namun, reaksi Terrell lebih dari ringan, melewati iritasi. Kaki dan tangannya membengkak dengan luar biasa dan berubah menjadi ungu tua yang menyakitkan. “Itu perih, terbakar dan gatal,” kata Terrell kepada WRIC.

“Setiap kali saya menekuk lengan atau kaki saya, seperti bagian dalam lutut saya, itu sangat menyakitkan di mana kulit bengkak dan bergesekan dengan dirinya sendiri.”

Bahkan punggung Terrell mengeluarkan bercak merah. Dia bertahan selama beberapa hari sebelum membuat janji dengan dokter kulit, yang mengirimnya ke ruang gawat darurat, di mana dia segera diterima di Virginia Commonwealth University (VCU).

“Kita tidak melihat indikasi virus, kita tidak melihat indikasi Covid-19, kita memastikan ginjal dan hatinya baik-baik saja, dan akhirnya kita menyimpulkan kondisi itu karena ia menerima vaksin,” ujar Dr Fnu Nutan yang merawat Terrell.

Dokter memperkirakan bahwa Terrell memiliki beberapa sifat genetik langka yang berespons bahan-bahan dalam vaksin Covid-19, yang memicu reaksi tidak terkendalli dan menyakitkan setelah disuntik.

Dr Nutan mengatakan efek samping langka terhadap vaksin Covid-19 memang terjadi pada sebagian orang, yang mana “itu benar-benar rendah”.