Category Archives: Internasional

Gempa Mengguncang Jepang Berkekuatan 6,8 M Tidak Berpotensi Tsunami

Kabar Terkini Gempa M 7,2 Jepang, Warga Diimbau Tetap Jauhi Pesisir - LINES

Lorettanapoleoni.org – Gempa berkekuatan Magnitudo (M) 6,8 melanda wilayah lepas pantai timur laut Jepang pada hari Sabtu (1/5) ini, tetapi tidak ada peringatan tidal wave yang dikeluarkan.
Sejauh ini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (1/5/2021), badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan gempa terjadi di kedalaman 47 kilometer (29 mil) di Pasifik, di wilayah Ishinomaki, prefektur Miyagi – dekat pusat gempa besar 2011 yang memicu tidal wave dahsyat yang membunuh lebih dari 18.000 orang.

Badan meteorologi Jepang dan USGS mengatakan tidak ada risiko tsunami menyusul gempa tersebut, yang menghasilkan guncangan kuat di sepanjang bagian pantai timur dan juga dirasakan di ibu kota Jepang, Tokyo.

Badan penyiaran publik NHK mengatakan tidak ada laporan kerusakan saat ini.

Diektahui bahwa Jepang terletak di “Cincin Api” Pasifik, busur aktivitas seismik intens yang membentang melalui Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.

Negeri Sakura ini sering dilanda gempa, dan memiliki peraturan konstruksi yang ketat, yang dimaksudkan untuk memastikan bangunan dapat menahan getaran yang kuat.

Ditemukan Varian Baru Covid-19 di India, Lebih Mematikan dan Sudah Masuk Ke Beberapa Negara di Dunia Berikut Daftarnya

Varian Baru Covid-19 dari India Sudah Masuk RI

Lorettanapoleoni.org – Organisasi Kesehatan Dunia (THAT) mengkonfirmasi keberadaan varian baru infection corona dari India B. 1.617 terbaru. Varian ini dikhawatirkan penyebab utama lonjakan kasus infeksi corona di negeri itu beberapa waktu belakangan ini.

Lebih parahnya, ternyata sudah terdeteksi di 17 negara lain. Ini merujuk pengujian lebih dari 1.200 kasus yang diunggah dalam database GISAID, system data influenza global.

“Sebagian besar urutan diunggah dari India, Inggris Raya, AS, dan Singapura,” kata THAT.

THAT menyebut bahwa infection corona B. 1.617, merujuk dari sub-garis keturunan dengan mutasi dan karakteristik yang sedikit berbeda, adalah varian menarik. Namun sejauh ini, virus ini tidak dinyatakan sebagai varian yang mengkhawatirkan (variant of issue).

Tag version of worry akan diberikan kepada mutasi infection yang lebih berbahaya dari varian initial. Contohnya seperti lebih mematikan atau bisa menghindari perlindungan vaksin, atau seperti varian B. 1.1.7 yang lebih mudah menular.

Saat ini India sendiri menghadapi kasus baru dan kematian akibat virus corona yang terus bertambah. Ada kekhawatiran bahwa varian terbaru ini menjadi faktor bencana tersebut.

Ledakan infeksi di India tercatat mencapai 350.000 kasus baru hingga Selasa (27/4). Jumlah tersebut berkontribusi menambah lonjakan kasus international menjadi 147,7 juta.

WHO mengakui bahwa B. 1.67 memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi daripada varian lain yang beredar di India. Ada potensi peningkatan penularan.

“Penelitian menyoroti bahwa penyebaran gelombang kedua jauh lebih cepat daripada yang pertama,” kata WHO. Namun ada kemungkinan bahwa faktor lain juga berkontribusi terhadap lonjakan tersebut, seperti tidak menjalankan protokol kesehatan.

“Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memahami kontribusi relatif dari faktor-faktor ini,” katanya.

PBB juga menekankan bahwa diperlukan adanya studi lebih lanjut tentang karakteristik B. 1.617 dan varian lainnya, termasuk dampak pada penularan, keparahan dan risiko infeksi ulang.

Menurut information yang di maksud WHO tersebut, Berdasarkan informasi dari situs GISAID lewat data terbarunya Rabu (28/4) sore, benar ada 17 negara ditambah 2 wilayah yang terdeteksi ada varian baru B. 1.617 dari India ini, termasuk negara asalnya.

Berikut daftarnya:

  • India (791 kasus)
  • Inggris (400 kasus)
  • AS (126 kasus)
  • Singapura (83 kasus)
  • Australia (36 kasus)
  • Bahrain (22 kasus)
  • Jerman (15 kasus)
  • Selandia Baru (11 kasus)
  • Ireland (8 kasus)
  • Korea Selatan (5 kasus)
  • Portugal (5 kasus)
  • Belgia (4 kasus)
  • Swiss (3 kasus)
  • Yunani (3 kasus)
  • Italia (2 kasus)
  • Sint Maarten (2 kasus)
  • Belanda (2 kasus)
  • Guadeloupe (2 kasus)
  • Kamboja (1 kasus)

Pemerintah Arab Saudi Izinkan Umrah Satu Kali Selama Ramadhan

Jelang Ramadan, Arab Saudi Tingkatkan Kapasitas Masjidil Haram untuk Umrah  - Ramadan Liputan6.com

Lorettanapoleoni.org – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa jemaah hanya akan diberikan izin melakukan umrah satu kali selama bulan suci Ramadhan.

“Namun, jemaah dapat memperoleh izin untuk melakukan semua salat wajib lima waktu di Masjidil Haram di Makkah setiap hari sepanjang bulan puasa,” kata Kementerian Haji dan Umrah Saudi dalam sebuah pernyataan di akun Twitter-nya.

Dalam aplikasi Eatmarna dari kementerian mengungkapkan, jemaah haji yang memperoleh izin umrah, tidak dapat mengajukan izin umrah lagi sebelum izin pertama berakhir.

Para peziarah juga dapat mengajukan izin melaksanakan salat wajib di Masjidil Haram. Jemaah akan diberikan izin salat lima waktu selama satu hari. Izin yang dikeluarkan tidak bisa lebih dari satu hari.

Para jemaah dapat mengajukan permohonan izin untuk hari kedua setelah izin hari pertama berakhir. Izin yang dikeluarkan untuk salat Isya termasuk pelaksanaan salat tarawih.

Pemerintah Arab Saudi pun telah meminta agar salar tarawih di Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah dipersingkat selama bulan suci.

Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais, Kepala Presidensi Urusan Dua Masjid Suci, mengatakan salat tarawih akan dipersingkat menjadi 10 rakaat dari 20 rakaat untuk mencegah penularan COVID-19.

Selain itu, protokol kesehatan lainnya juga diterapkan yakni pemerintah Saudi mengizinkan pelaksanaan umrah dan salat di Dua Masjid Suci selama bulan suci tetapi menangguhkan ritual iktikaf dan makan buka puasa di masjid suci.

Selama bulan suci, kapasitas Masjidil Haram akan ditingkatkan untuk menampung 50.000 jemaah umrah yang divaksinasi dan 100.000 jemaah.

Kasus Covid-19 di Kamboja Melonjak, Situs Bersejarah Angkor Wat di Tutup Untuk Umum

Angkor Wat, Candi Terbesar di Dunia yang Dibangun Selama 30 Tahun - Semua  Halaman - Bobo

Lorettanapoleoni.org – Kamboja saat ini telah menutup destinasi wisata paling populernya, kompleks kuil Angkor Wat yang berusia ratusan tahun, untuk wisatawan selama dua minggu.

Hal itu dilakukan, untuk membantu menekan angka kasus akibat COVID-19 di negara tersebut.

Dilansir AP News, penutupan situs terkenal di dunia itu adalah yang terbaru dari serangkaian tindakan yang diambil Kamboja setelah jumlah kasus virus corona di wilayah tersebut melonjak sejak Februari.

Otoritas Apsara, badan pemerintah yang mengawasi situs arkeologi, mengatakan bahwa menghentikan sementara turis lokal dan asing mengunjungi kuil penting untuk membantu memerangi virus.

Sejak 7 hingga 20 April, pengunjung dilarang datang dan memasuki situs bersejarah tersebut.

Situs Angkor yang terletak di provinsi barat laut Siem Reap, menarik 2,2 juta turis asing pada 2019. Namun, jumlah pengunjung mengalami penurunan pada 2020.

Kamboja sempat mengizinkan masuknya turis, tetapi mereka harus menjalani karantina.

Kementerian Kesehatan Kamboja pada Kamis mengumumkan 113 kasus lokal baru virus corona dan dua kematian. Kamboja telah mencatat total 3.028 kasus, termasuk 23 kematian.

Ketika jumlah kasus meningkat, penutupan diperpanjang di seluruh negeri untuk sekolah, pusat kebugaran, ruang konser, museum, dan tempat berkumpul lainnya.

Sebuah hotel mewah di ibu kota telah diubah menjadi rumah sakit COVID-19 dengan 500 kamar, dan pihak berwenang memberlakukan undang-undang baru yang memberlakukan hukuman pidana bagi pelanggar aturan kesehatan.

Fenomena Ribuan Ubur-ubur Invasi Pelabuhan di Italia

Cegah Sengatan Ubur-Ubur, Tim SAR Gunungkidul Bersihkan Pantai - News  Liputan6.com

Lorettanapoleoni.org – Ribuan ubur-ubur tampak menginvasi pelabuhan Trieste di Italia. Traveler yang melihatnya sampai geleng-geleng kepala.

Ratusan bahkan ribuan ubur-ubur berwarna pink terlihat memadati perairan di sekitar pelabuhan kota Trieste di Italia.

Kerumunan ubur-ubur ini tentu saja menarik perhatian warga yang tinggal di sekitar pelabuhan.

Salah satunya adalah traveler bernama Lorenzo Zuffi. Menurut Zuffi, pemandangan lautan yang dipenuhi ribuan ubur-ubur seperti itu jarang terjadi di Italia.

Begitu melihat pemandangan langka tersebut, Zuffi pun langsung mengeluarkan ponsel dan mengabadikan gambar yang tidak setiap hari dia lihat itu. Tak cuma foto, Zuffi juga membuat video pendek tentang ubur-ubur tersebut.

Foto dan video yang diambil Zuffi kemudian dia unggah di Facebook. Unggahan itu tentu saja jadi viral dan menarik perhatian banyak traveler lainnya.

Dalam unggahannya, Zuffi menulis, ketika melihat pemandangan ribuan ubur-ubur itu, dirinya merasa seperti seorang bintang rock terkenal yang dikerumuni penggemar yang sedang moshpit.

Jumat (9/4/2021), ubur-ubur berwarna pink itu adalah spesies Rhizostoma pulmo. Ubur-ubur ini bisa tumbuh hingga diameternya sekitar 40 centimeter.

Ubur-ubur pink ini memang biasa dijumpai dalam kelompok yang cukup besar. Ubur-ubur ini cenderung tidak berbahaya.

Mereka memang memiliki sengat beracun, tapi tidak seberbahaya spesies ubur-ubur lainnya. Beberapa kasus yang pernah dilaporkan menyebut sabetan ubur-ubur ini hanya mengakibatkan gatal dan merah-merah pada kulit manusia.

Mereka biasa berkerumun dalam jumlah besar untuk makan. Mereka tertarik dengan perairan berair hangat dan kaya akan plankton. Ubur-ubur ini merupakan makanan favorit bagi spesies penyu belimbing yang sangat langka.