Category Archives: News

Gunung Merapi Sudah Mengeluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran dalam Waktu 12 Jam

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas pada Kamis Malam, Meluncur Sejauh 1.300  Meter

Lorettanapoleoni.org – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan Gunung Merapi teramati mengeluarkan 4 kali awan panas guguran.

Masing-masing 3 kali awan panas guguran pada laporan aktivitas Merapi periode pengamatan Minggu (7/3) pukul 18.00-24.00 WIB.

Kemudian pada laporan aktivitas Merapi periode pengamatan Senin (8/3) pukul 00.00-06.00 WIB terjadi 1 kali awan panas guguran.

Sementara, ketiga awan panas guguran pada Minggu malam masing-masing terjadi pada pukul 21.11 WIB, 21.44 WIB, dan 23.02 WIB.

“Teramati 3 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter ke arah barat daya,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam laporannya, Senin (8/3).

Pada Senin pukul 00.00-06.00 WIB, awan panas guguran teramati pukul 04.51 WIB dengan durasi 115 detik. “Jarak luncur 1300 meter ke arah barat daya,” terangnya.

Selain awan panas guguran, dalam dua periode pengamatan itu juga teramati puluhan guguran lava pijar. Sebanyak 20 guguran lava pijar terjadi pada Minggu pukul 18.00-24.00 WIB dan 12 kali guguran lava pijar pada Senin pukul 00.00-06.00 WIB.

Sampai saat ini BPPTKG masih menetapkan status Merapi pada tingkat Siaga (Level III).
Rekomendasi potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya dan tenggara. Untuk selatan-barat daya meliputi Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Putih sejauh maksimal 5 kilometer dari puncak Merapi.

Kemudian sektor tenggara yaitu Kali Gendol sejauh maksimal 3 kilometer.
Sementara lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif diperkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Lewat Aplikasi Tik-tok, Tentara Myanmar Ancam Tembak Muka Para Demonstran

Via TikTok, Tentara-Polisi Myanmar Ancam Tembak Mati Demonstran

Lorettanapoleoni.org – Naypyidaw, Tentara dan polisi Myanmar mulai mengancam bakal menembak mati demonstran lewat aplikasi TikTok.

Pegiat hak digital Myanmar ICT for Development (MIDO) menuturkan, mereka menemukan lebih dari 800 video pro-militer yang menakuti massa.

“Ini hanyalah puncak dari gunung es,” kata Direktur Eksekutif MIDO, Htaike Htaike Aung, menyebut ada ratusan video berisi ancaman langsung.

Salah satu video pada akhir Februari memerlihatkan seorang tentara mengarahkan senapan serbu ke arah kamera.

“Aku akan menemnbak wajah sialan kalian, dan aku bakal menggunakan peluru sungguhan,” kata dia kepada demonstran.

“Aku akan berpatroli ke seluruh kota malam ini, dan bakal menembak siapa pun yang aku temui. Jika kalian ingin jadi martir, akan kupenuhi,” ancamnya.

Reuters disebut tidak mampu menghubungi prajurit itu, atau sosok berseragam lain di TikTok untuk membuktikan mereka dari aparat Myanmar.

Dilansir Kamis (4/3/2021), aplikasi berbagi video asal China itu mengumumkan sudah menghapus konten yang menunjukkan kekerasan.

Dalam pernyataannya, TikTok menerangkan panduan komunitas untuk tak membiarkan konten berisi kekerasan atau misinformasi. Kebijakan aplikasi itu adalah membolehkan mengunggah senjata, asal berada di posisi yang aman.

Berdasarkan unggahan di LinkedIn, platform itu sudah mulai merekrut untuk posisi manajer kebijakan produk. TikTok menyatakan, terjadi peningkatan unduhan setelah militer memblokir Facebook, karena sebelumnya akun milik junta dihapus.

Aplikasi tersebut menjadi populer di kalangan aktivis muda, dengan tagar protes #SaveMyanmar dilihat 805 juta kali. Peneliti seperti Htaike memprediksi, militer Myanmar bakal mencoba untuk menanamkan pengaruh mereka di media sosial lain.

Terjadi 3 Gempa di Pasifik, Peringatan Tsunami di Umumkan di Selandia Baru

Gempa bumi dahsyat di Selandia Baru - BBC News Indonesia

Wellington, Lorettanapoleoni.org – Warga Selandia Baru diminta menghindari kawasan pantai, setelah muncul peringatan tsunami buntut tiga gempa menghantam Pasifik.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik yang berbasis di Hawaii mengatakan, gempa itu berada di region Pasifik Selatan.

“Gelombang tsunami mulai terlihat,” ujar badan monitor AS itu, merujuk pada pengukur laut mendeteksi gelombang kecil di Nuku’alofa, Tonga, setinggi tiga sentimeter.

Di Selandia Baru, badan bencana setempat menuturkan ancaman terjangan gelombang laut diprediksi menghantam pesisir timur.

Terdapat laporan terjadi kepanikan di sejumlah kota, karena masyarakat berusaha untuk mencapai dataran lebih tinggi.

Selain “Negeri Kiwi”, negara di Pasifik Selatan seperti Vanuatu dan Kaledonia Baru juga mendapat peringatan gelombang tinggi.

Negara-negara itu diprediksi bisa dihantam gelombang setinggi tiga meter, sementara negara Amerika Latin seperti Chile dan Peru bisa mendapat gelombang satu meter.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern di Instagram berharap, masyarakat berada dalam kondisi baik-baik saja.

Tiga gempa bumi itu dilaporkan menerjang pada pagi hari waktu setempat, dengan magnitudo berada di atas tujuh.

Yang paling kuat, bermagnitudo 8,1, tercatat pada pukul 08.30 dekat Kepulauan Kermadec, 1.000 km timur laut Selandia Baru.

Dilansir BBC dan AFP Jumat (5/3/2021), gempa ketiga memaksa Badan Darurat Nasional membunyikan sirene tsunami di seluruh tempat.

Dalam keterangannya, warga di Bay Islands to Whangarei, dari Matata hingga Pulau Great Barrier harus ke tempat tinggi.

Dikatakan mereka berpotensi mendapat arus kuat tak biasa serta lonjakan tidak terduga, di mana gelombang pertama bukan yang terbesar.

“Aktivitas tsunami akan berlanjut selama beberapa jam dan ancamannya nyata sampai peringatan ini dibatalkan,” jelas badan tersebut.

Menteri Pertahanan Sipil Kiri Allan berujar, publik yang sudah berada di dataran tinggi untuk tetap diam hingga peringatannya dicabut.

Di kota Ohope, warga lokal Leslie Peake kepada New Zealand Herald mengatakan lalu lintas begitu macet karena warga mengungsi.

Badan Pertahanan Sipil Selandia Baru pun menyerukan agar warga berjalan demi menghindari kemacetan selama mengungsi.

Kabar ini terjadi sepekan setelah “Negeri Kiwi” merayakan peringatan 10 tahun gempa berkekuatan 6,3, menghancurkan sebagian Christchurch, membunuh 185 orang.

Gadis 19 Tahun di Myanmar Ditembak Mati Saat Kenakan Kaus”Segalanya Akan Baik-baik Saja”

Gadis 19 Tahun Tewas Tertembak di Kepala Saat Aksi Demo Kudeta Militer di  Myanmar - Indonesiainside.id

Naypyidaw – Seorang gadis 19 tahun ditembak mati di Myanmar sambil mengenakan kaus bertuliskan “segalanya akan baik-baik saja”.

Angel, dikenal juga bernama Kyal Sin, tewas tertembak di kepala saat mengikuti demonstrasi menentang kudeta militer.

Dia terbunuh di jalanan Mandalay pada Rabu (3/3/2021), dalam kerusuhan yang menewaskan sekitar 38 orang demonstran.

Sempat terlihat dalam jepretan kamera fotografer, kaus bertuliskan “segalanya akan baik-baik saja” yang dikenakan Angel pun viral.

Oleh pengguna internet, kata-kata yang terpampang di kaus gadis 19 tahun itu dijadikan sebagai simbol perlawanan. Myat Thu, yang bersama Angel saat dia ditembak mati, menceritakan keberanian gadis muda itu selama unjuk rasa.

Myat mengungkapkan, Kyal Sin menendang pipa air agar pengunjuk rasa bisa mencuci muka setelah gas air mata.

Selain itu seperti diberitakan Reuters, gadis yang mempunyai nama China Deng Jia Xi itu menendang gas air mata kembali ke aparat. “Saat polisi menembaki, dia berkata kepadaku ‘Duduk! Duduk! Peluru bisa mengenaimu. Engkau seperti berada di atas panggung’,” kenang Myat.

Pemuda 23 tahun itu menuturkan, dia dan Angel merupakan bagian dari ratusan orang yang berdemonstrasi secara damai di Mandalay.

Sebelum penegak hukum menyerang, Myat menceritakan Kyal Sin terdengar berteriak “Kami tak akan mundur” dan “jangan ada darah tertumpah”.

Kerusuhan pun terjadi ketika polisi menembaki mereka menggunakan gas air mata, hingga Kyal Sin ditembak mati. Saat itu, massa terpencar dengan korban sempat mendapat perawatan. Myat kemudian mendapat pesan bahwa ada satu gadis yang gugur.

“Saat itu saya tak tahu dia korbannya,” kata Myat. Namun, gambar kemudian menyebar bagaimana Angel terbaring di samping korban lain.

Kerusuhan berdarah pada Rabu menambah korban tewas dari unjuk rasa yang menentang kudeta Myanmar sejak 1 Februari lalu.

Angkatan darat, yang mengeklaim seorang polisi tewas, menegaskan mereka akan mengambil tindakan terhadap “perusuh”.

Tatmadaw, nama lain militer Myanmar, menahan sejumlah pemimpin politik seperti Aung San Suu Kyi dalam kudeta tersebut.

Sahabat Bob Marley, Legenda Reggae Bunny Wailer Meninggal Dunia

Bunny Wailer, Reggae Legend and Wailers Co-Founder, Dies at 73 | Pitchfork

Lorettanapoleoni.org – Kabar duka datang dari sahabat karib Bob Marley sekaligus legenda reggae dunia, Bunny Wailer. Ia dikabarkan meninggal dunia di usia 73 tahun.

Dilansir Ace Showbiz, Bunny meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Kingston, Jamaika pada Selasa (2/3). Kabar duka itu dikonfirmasi langsung oleh manajernya, Maxine Stowe.

Belum diketahui apa penyebab kematian Bunny Wailer. Namun, sejak Juli 2020, ia sempat dilarikan ke rumah sakit setelah untuk kedua kalinya terkena serangan stroke.

Sebelumnya, Bunny Wailer sempat mengalami kesulitan berbicara pada 2018. Hal itu ternyata disebabkan oleh stroke ringan.

Bunny lahir di Neville O’Riley Livingstone, Jamaika. Bersama Bob Marley dan Peter Tosh, ia mendirikan band The Wailers pada awal 1960-an.

Selain bermain perkusi, ia turut bernyanyi di beberapa lagu The Wailers, seperti Reincarnated Souls, Burnin’, dan Pass it On. Bunny Wailer lalu hengkang dari band pada 1973 setelah sukses besar berkat lagu Catch a Fire.

Kemudian, ia melanjutkan karier sebagai solois. Ia sempat merilis beberapa lagu hit, seperti Dreamland, Dancing Shoes, dan Searching for Love.

Ia telah memenangkan tiga piala Grammy Awards untuk kategori Best Reggae Album. Sejak 2012, Bunny Wailer sudah diabadikan sebagai salah satu harta negara oleh Jamaika.