Category Archives: Bisnis

Apa Itu Pembayaran Contactless ? Mengapa Sangat Diminati?

Apa Itu Pembayaran Contactless ? Mengapa Sangat Diminati?

lorettanapoleoni.org – Perkembangan zaman membuat semua aktivitas semakin mudah. Salah satunya adalah cara membayar. Seiring dengan perkembangan zaman yang serba digital, kini masyarakat ditawarkan berbagai kemudahan dalam bertransaksi, termasuk opsi pembayaran contactless.

Berdasarkan studi Consumer Payment Attitudes 2020, semenjak pandemi COVID-19, keamanan pribadi dan higiene pembayaran menjadi prioritas utama yang mendorong banyak konsumen Indonesia untuk beralih ke pembayaran nontunai dan mempertimbangkan pembayaran contactless.

Studi mengungkap beberapa temuan seputar pilihan pembayaran dan perilaku berbelanja konsumen Indonesia yang berubah signifikan akibat pandemi. Menurut studi tersebut, pandemi Covid-19 dapat mengakselerasi perwujudan masyarakat nontunai (cashless society) di Indonesia menjadi tahun 2026, empat tahun lebih awal dari estimasi sebelumnya tahun 2030.

Studi Customer Payment Attitudes 2020 melibatkan 7.525 konsumen di Asia Tenggara, termasuk Singapura, Filipina, Thailand, Indonesia, Vietnam, Malaysia, Myanmar, dan Kamboja.

Di Indonesia sendiri, studi melibatkan 1.000 responden, dengan demografi responden adalah pria dan wanita umur 18-65 tahun dengan pendapatan bulanan marginal Rp 3 juta. Berdasarkan studi tersebut, berikut ini sederet fakta mengenai pembayaran contactless.

Telah menyukai transaksi non tunai

Dalam studi tersebut, masyarakat Indonesia dinilai telah merasakan langsung manfaat gaya hidup nontunai, terutama dari segi keamanan, kenyamanan, dan efisiensi, di tengah ketidakpastian situasi saat ini.

Sekitar 69% masyarakat Indonesia mengatakan bahwa mereka membawa semakin sedikit uang tunai dan lebih sering menggunakan pembayaran contactless. Alasannya, pembayaran contactless dinilai lebih nyaman karena tidak perlu membawa uang tunai (67%), mudah digunakan (61%), dan aman dari risiko penularan virus (60%).

Disukai anak millennial

Pembayaran contactless juga diminati oleh generasi milenial dan Gen Z yang merupakan generasi yang terbilang melek electronic. Kedua generasi ini cenderung menginginkan gaya hidup yang serba cepat dan tanpa ribet, peduli dengan kesehatan, dan memanfaatkan teknologi yang memudahkan aktivitas sehari-harinya.

Pembayaran contactless menjadi pilihan yang tepat bagi mereka dalam memastikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan dalam bertransaksi, yang tentunya juga lebih higienis.

Transaksi contactless makin bertumbuh

Pertumbuhan tren pembayaran contactless juga telah dirasakan oleh berbagai negara. Menurut studi tersebut, hampir dua pertiga konsumen di Asia Tenggara (64%) telah bepergian tanpa membawa uang tunai, di antaranya adalah negara Vietnam (84%), Thailand (82%), Filipina (79%), dan Indonesia (68%).

Secara keseluruhan, pergeseran menuju pembayaran nontunai didorong oleh meningkatnya adopsi pembayaran secara contactless (63%) dan pembayaran kartu (46%) oleh konsumen, diikuti meluasnya penerimaan pembayaran digital oleh merchant (41%), serta bertumbuhnya persepsi pembayaran digital sebagai metode yang aman (40%).

Kartu contactless semakin populer digunakan di Asia Tengggara, dengan adopsi terbesar di Singapura (75%), Malaysia (65%), Thailand (41%), dan Vietnam (40%). Meski terbilang baru di Indonesia, berdasarkan hasil studi tersebut, adopsi kartu contactless di tanah air sudah mencapai 31% loh.

Nah, bicara kemudahan, agar semakin maksimal, Anda bisa mengandalkan kartu contactless yang memungkinkan segala macam transaksi hanya dengan satu kartu.

Kartu contactless bisa Anda gunakan saat berbelanja di toko fisik. Untuk pembayaran contactless di toko fisik, pemegang kartu hanya perlu membayar sekali touch tanpa perlu input PIN untuk small transaksi hingga Rp 1 juta.

Anda juga bisa mendaftarkan kartu contactless ke Financial institution terkait. Pasalnya, financial institution yang hanya mengeluarkan kartu contacless. Anda bisa gunakan sumber dana pada kartu tersebut.

Bagaimana anda tertarik untuk mencoba membayar dengan contactless?

Asialama Sebagai Agen Judi Bola Euro 2021

lorettanapoleoni.org – asialama merupakan salah satu agen judi bola euro 2021 yang menyediakan berbagimacam bonus saat anda taruhan bola Sbobet.

asialama merupakan salah satu agen judi bola euro 2021 yang menyediakan berbagimacam bonus saat anda taruhan bola Sbobet.

asialama merupakan salah satu agen judi bola euro 2021 yang menyediakan berbagimacam bonus saat anda taruhan bola Sbobet.

Beberapa Faktor Beban Berat Keuangan Garuda Indonesia, Hingga Komisaris Rela Tidak Digaji

Bos Garuda: Enggak Perlu Kaget Jika Dengar Ada Maskapai Nyatakan Pailit -  Bisnis Tempo.co

Lorettanapoleoni.org – PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) Tbk atau GIAA sedang mengalami kesulitan keuangan imbas kesalahan pengelolaan masa lalu dan dampak pandemi Virus Corona. Utang perseroan hingga kini terus menumpuk hingga mencapai Rp70 triliun.

Memang Garuda Indonesia telah memiliki sejumlah strategi untuk mengatasi masalah ini. Seperti diantaranya menawarkan program pensiun dini.

Selain pensiun dini dan pengurangan jumlah operasional pesawat, langkah lain yang dilakukan perseroan adalah meluncurkan promosi Garuda Eco Lite, Garuda Online Traveling Fair.

Perseroan juga melakukan pembukaan penerbangan langsung khusus kargo guna mendukung daya saing komoditas ekspor nasional dan pengembangan UMKM. Serta pengoperasian pesawat passenger truck, optimalisasi layanan carter kargo, dan pengembangan layanan pengiriman barang Kirim Aja berbasis aplikasi digital.

Namun, strategi bukan tanpa dampak. Berikut sejumlah fakta mengenai beban berat keuangan Garuda Indonesia.

Tawarkan Pegawai Pensiun Dini

Manajemen maskapai pelat merah tersebut menawarkan pensiun dini kepada karyawan sebagai salah satu upaya bertahan. Penawaran pensiun dini akan berlangsung hingga 19 Juni 2021 juga diikuti dengan rencana perseroan memangkas jumlah pesawat yang beroperasi.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra membenarkan bahwa pihak manajemen Garuda Indonesia meminta para karyawannya untuk mempercepat pensiun dini, jika tidak maka gaji karyawan yang sempat ditunda tidak akan dibayarkan dulu. Lantaran keadaan keuangan Garuda Indonesia semakin mengkhawatirkan.

” Memang betul kami menawarkan pensiun dipercepat bagi karyawan Garuda. Tahun 2020 karyawan Garuda Indonesia saja 7.890 orang dan tahun lalu kita sudah melakukan program pensiun dini ini plus percepatan kontrak dari pegawai-pegawai kita,” kata Irfan.

Pangkas Jumlah Komisaris

Menteri BUMN Erick Thohir memutar otak guna mengatasi efisiensi keuangan di tubuh Garuda Indonesia yang kini tengah terlilit utang hingga puluhan triliun rupiah. Salah satunya, dia mengusulkan agar dilakukan pemangkasan dengan hanya menyisakan dua dewan komisaris saja untuk perseroan.

Kabar ini diumumkan pasca menerima surat tembusan dari salah satu anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia, Peter Gontha yang meminta agar pembayaran dirinya dan para komisaris lain pada Mei 2021 ditangguhkan.

” Sangat bagus. Kita harus puji. Bahkan saya ingin mengusulkan, komisaris Garuda Indonesia hanya dua saja,” kata Erick Thohir di kantor Kementerian BUMN.

Erick word play here menyambut usulan Peter Gontha sembari mengatakan, bukan hanya sejumlah pegawai Garuda Indonesia saja yang dilakukan pensiun dini, tapi jumlah komisaris tidak dikurangi. “Jadi usulan Peter Gonta bagus menurut saya. Jadi bener-bener mencerminkan keseriusan komisaris dan direksi Garuda,” ungkapnya.

Utang Garuda Indonesia Bertambah Rp 1 T Tiap Bulan
Garuda Indonesia tercatat memiliki utang sebesar USD 4,9 miliar atau setara Rp70 triliun, meningkat sekitar Rp1 triliun setiap bulan karena terus menunda pembayaran kepada pemasok.

Perusahaan juga tercatat memiliki arus kas negatif dan utang minus Rp41 triliun. Tumpukan utang tersebut disebabkan pendapatan perusahaan yang tidak bisa menutupi pengeluaran operasional.

Berdasarkan pendapatan Mei 2021, Garuda Indonesia hanya memperoleh sekitar USD 56 juta dan dalam saat bersamaan harus membayar sewa pesawat USD 56 juta, perawatan pesawat USD 20 juta, bahan bakar avtur USD 20 juta, dan gaji pegawai USD 20 juta.

Garuda Indonesia Fokus Layani Turis Lokal

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, Garuda Indonesia akan fokus pada bisnis penerbangan domestik dengan melayani perjalanan masyarakat antarpulau di Tanah Air. Aksi yang dilakukan pemerintah tersebut merupakan upaya untuk menyelamatkan Garuda Indonesia dari masalah finansial akibat kerugian yang dialami perseroan.

” Indonesia ini negara kepulauan, jadi tidak mungkin orang Indonesia menuju pulau lain pakai kereta, pilihannya ada dua yaitu kapal laut atau penerbangan. Garuda dan Citilink akan fokus kepada pasar domestik, bukan pasar internasional,” kata Menteri Erick Thohir seperti dikutip dari Antara di Jakarta.

Menteri Erick merujuk database Garuda Indonesia yang didominasi penumpang tujuan daerah sebanyak 78 persen dengan pendapatan mencapai Rp1.400 triliun. Sementara, jumlah penumpang tujuan luar negeri tercatat hanya 22 persen dengan perolehan Rp300 triliun.

Menurutnya, pembicaraan terkait perubahan bisnis Garuda Indonesia ke pasar domestik telah dilakukan pada November 2019 hingga Januari 2020, sebelum adanya pandemi COVID-19. “Sebelum COVID-19 sebanyak 78 persen turis adalah turis lokal sebanyak Rp1.400 triliun, turis asing hanya 22 persen Rp300 triliun,” kata Menteri Erick.

Komisaris Rela Tak Terima Gaji

Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Triawan Munaf menyatakan, jajaran komisaris siap tidak menerima gaji untuk bisa menyelamatkan maskapai pelat merah tersebut. Pernyataan itu diberikan pasca Anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia Peter Gontha meminta penangguhan gratuity bulanan per Mei 2021 kemarin.

“Sudah disetujui. Isi dari surat itu substansinya ya bahwa dewan komisaris termasuk saya menyetujui langkah-langkah efisiensi yang terjadi di Garuda Indonesia. Termasuk pengurangan gaji, pemotongan gaji, peniadaan gaji,” ujar Triawan.

Triawan menyebutkan, peniadaan gratuity tersebut telah disetujui oleh seluruh anggota dewan komisaris Garuda Indonesia demi menyelamatkan perseroan yang tertimpa kesulitan finansial.

“Kita bukan cari uang di situ, kita cari hidup. Kita ingin menyelamatkan Garuda Indonesia secara finansial,” tegasnya.

Kisah Perantau yang Sukses di Ibukota dan Sekarang Mudik Membawa Mobil Mewah

Kisah Pemudik Naik Lamborghini: Dulu ke Jakarta Ikut Tetangga, Jualan Pecel  Lele | kumparan.com

Lorettanapoleoni.org – Video viral sedan sporting activity mewah Lamborghini Aventador blusukan di jalan kampung di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, masih ramai diperbincangkan. Usut punya usut, pemiliknya memang warga asli Desa Ngayung, Kecamatan Maduran, yang sedang mudik Lebaran dari Jakarta.

Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Desa Ngayung, Supratman. “Dia memang kelahiran dan sebagai warga Desa Ngayung, sampai dia merantau ke Jakarta. Dan alhamdulillah sukses,” kata Supratman kepada media

Lantas siapakah sosok Saiful Anam, pemilik Lamborghini Aventador yang videonya viral di Facebook dan Instagram itu? Dia meninggalkan kampung halamannya di Lamongan untuk merantau ke Jakarta pada 1992.

Sebagai remaja belia, Saiful dititipkan oleh Neneknya ke tetangga yang kebetulan akan berangkat ke Jakarta. “Jadi saya lulus SMP Tahun 1992, saya nyusul bapak ke Jakarta,” ungkap Saiful Anam, Selasa (25/5).

Orang tua Saiful memang sudah lebih dulu menjalani usaha di Jakarta, sebagai pedagang pecel lele dan seafood di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Dia word play here menjalani keseharian dengan membantu usaha bapaknya. Berawal dari pencuci piring, hingga akhirnya punya usaha warung pecel lele sendiri di kawasan Kelapa Gading.

Sambil usaha pecel lele sejak 1997, dia berjualan sepatu di tahun 2000. Target pembelinya adalah pelanggan warung pecel lele, termasuk kalangan pehobi electric motor gede dan mobil sporting activity. Usaha sepatunya berkembang jadi bisnis style.

Untuk mengembangkan bisnis tersebut, Saiful berangkat ke China untuk belanja langsung barang-barang dagangannya. Usaha fashion-nya terus berkembang hingga punya pabrik sepatu sendiri di Tangerang pada 2013. Bahkan setahun berikutnya, dia membuka pabrik milik sendiri di China.

“Terus 2014 saya buka di China. Karena kebetulan saya sudah menguasai banget di China sejak 2002 itu saya di China,” beber dia.

Kesuksesan usahanya itu lah yang mendukung hobi mobil car sport serta motor gede. Hal itu sudah dijalani sejak lama dan menurutnya bukan untuk pamer dia naik Lamborghini Aventador saat mudik ke kampung halamannya di Lamongan.

Video viral Lamborghini Aventador blusukan di jalan desa itu, awalnya ramai di sosial media. Antara existed diunggah oleh akun Fabian Rayhan, di Facebook yag kemudian diunggah ulang oleh akun indra_fathan di Instagram.

“Ini yang naik mobil perantau sukses besar dari perkotaan. Sampai-sampai mobilnya dikejar anak-anak dan jadi hiburan buat mereka,” tulis pemilik akun instagram itu.

Kabar Duka : Pendiri Perusahaan Mi Instan Korea Nongshim, Shin Choon -Ho Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun

Raja Mie Instan Korea Selatan, Pencipta Shin Ramyun Meninggal Dunia Diusia  91 Tahun - Pikiran-Rakyat.com

Lorettanapoleoni.org – Pendiri produsen mi instan terbesar di Negeri Ginseng, Shin Choon Ho meninggal di usia 91 tahun, tepat pada Sabtu (27/03). Kabar duka ini langsung dirasakan oleh seluruh penggemar mi instan yang terkenal akan produk Shin Ramyun, Chapagetti, dan Saewookkang itu.

Mengutip Korea JoongAng Daily, perusahaan mengkonfirmasi bahwa Shin tutup usia saat berada dalam perawatan di Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul. Ketua dari perusahaan Nongshim ramyeon itu telah mendedikasikan hidupnya dalam bisnis makanan instan Korea.

Sejak tahun 1963, mendiang Shin Choon-Ho memiliki ketertarikan akan bisnis dengan produk utama mi instan. Kala itu, ia secara mandiri memulai bisnis dengan mendirikan Lotte Industrial Company. Setelah 13 tahun, Shin menghapus Lotte dari nama bisnisnya, dan berganti nama menjadi Nongshim yang artinya ‘Hati Petani’. Sejak itulah, Nongshim semakin dikenal sebagai produsen ramyeon terbesar di Korea dan ke-5 di dunia.

Tiga produk utama yang paling dikenal hampir di seluruh negara, di antaranya; Shin Ramyun, Chapagetti, dan Saewookkang. Shin Ramyun merupakan satu-satunya merek atau brand yang sesuai dengan nama marganya.

Meskipun banyak yang menganggap nama tersebut diambil dari nama keluarga. Tapi, bagi Shin, merek mi itu murni hanyalah sebagai singkatan saja. Nama Shin, juga bisa diartikan sebagai rasa pedas.

Popularitas merek Shin Ramyun bukan saja menjamur di supermarket dan minimarket lokal. Namun, distribusinya dalam skala internasional terbilang sangat sukses. Hampir semua rak supermarket di 100 negara, menyediakan produk ini.

Pendiri Perusahaan Mi Instan Korea Nongshim, Shin Choon-Ho, Tutup Usia -  kumparan.com

Sebanyak 40 persen pendapatan Nongshim, diperoleh dari penjualannya di luar negeri. Melalui produk Shin Ramyun, perusahaan telah berhasil mendapat keuntungan USD 390 juta atau setara dengan Rp 5 triliun per 2020.

Tak kalah populer dengan Shin Ramyun, mi Chapaguri juga berhasil mencuri perhatian masyarakat. Kombinasi antara merek Chapagetti dan Neoguri Ramyeon pertama kali diperlihatkan dalam film Oscar ‘Parasite’, garapan sutradara Bong Joon Ho. Karena itulah, produk Chapagetti atau mi Chapaguri semakin banyak dicari di berbagai negara.

Lantas apa yang membuat mi instan khas Nongshim ini cukup berbeda? Ya, selain karena perusahaan ini menjadi pelopor industri makanan instan, kunci kesuksesannya terletak pada pengembangan resep dan teknologi olahan mi.

Shin berusaha menciptakan teknologi sendiri untuk perusahaannya. Tak hanya itu, ia juga mendirikan laboratorium penelitian dan mengembangkan resep mi dengan cita rasa asli Korea.

Di tahun ini, sang legenda telah tiada. Banyak kolega dan petinggi perusahaan ternama Korea, menyambangi rumah duka Shin Choon Ho. Hingga akhir hayatnya, ia berpesan pada seluruh karyawan, untuk selalu menumbuhkan Nongshim di dunia dengan kualitas terbaik dan kejujuran.

Meski Shin Choon Ho sudah pergi untuk selamanya. nama dan produknya akan selalu diingat. Mi instan Korea berhasil mendunia salah satunya karena kegigihan Shin yang terus mengembangkan makanan cepat saji itu.