Author Archives: ambon

Kisah Hidup Letnan Komarudin, Prajurit TNI yang di Kenal Kebal Peluru Pada Saat Penjajahan Belanda

Letnan Komarudin, Pahlawan Kebal Peluru Juga Suntikan - Regional  Liputan6.com

Lorretanapoleoni – Serangan Umum 1 Maret (SO 1 Maret) merupakan peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Pertempuran yang meletus di tahun 1949 itu berhasil membuka mata dunia bahwa perlawanan rakyat Indonesia terhadap Belanda belum berakhir.

Hal inilah yang mendorong diselenggarakannya Konferensi Meja Bundar pada November 1949 di mana Belanda secara resmi mengakui kedaulatan Indonesia.

Selain Letnan Kolonel Soeharto dan Jenderal Besar Soedirman, ada satu nama lagi yang terlupakan tentang sosok penting di balik peristiwa itu. Dia adalah Letnan Komarudin.

Memiliki nama asli Eli Yakim Teniwut, pria kelahiran Maluku Tenggara itu dikenal pemberani dan disebut-sebut masih memiliki keturunan dengan panglima perang Pasukan Diponegoro. Tak hanya itu, Komarudin pun disebut-sebut juga kebal peluru.

” Waktu kami rame-rame menengok Mbah Komar, Dokter Barid mengeluhkan ia tak bisa menyuntik Mbah Komar karena kulitnya keras sekali,” kata Priyanto, orang yang cukup dekat dengan Letnan Komaruddin pada tahun 1950-an.

Berikut ini adalah kisah perjuangan Letnan Komarudin, pahlawan peristiwa SO 1 Maret yang terlupakan:

Kekeliruan Letnan Komarudin yang Berbuah Keuntungan

Pada Peristiwa Serangan 1 Maret, sosok Letnan Komarudin mendapat sorotan karena ia lupa akan rencana yang telah disusun mengenai waktu penyerangan. Sebelumnya, Letkol Soeharto telah menjadwalkan melakukan penyerbuan besar-besaran ke markas Belanda di Yogyakarta pada tanggal 1 Maret 1949, tapi waktu itu Letnan Komarudin beserta pasukannya sudah melakukan serangan sehari sebelumnya, 28 Februari 1949.

” Jadi begitu sirine berbunyi jam 6, dia langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerbu Jogja dan terjadilah pertempuran hebat dengan Belanda. Itu sempat membuat Soeharto marah dan memerintahkan pengawalnya untuk datang ke Komarudin untuk bilang kalau dia salah tanggal,” kata Hendi Jo, seorang jurnalis sejarah, dikutip dari kanal YouTube MerdekaDotCom.

Kesalahan Letnan Komarudin dalam melancarkan serangan tidak sesuai jadwal justru menjadi sebuah keuntungan bagi Indonesia. Karena serangan Letnan Komarudin, Belanda mengira itulah serangan besar-besaran yang telah direncanakan TNI.

Oleh karena itu setelah serangan itu berakhir, Belanda menjadi lengah. Mereka tak pernah menyangka bahwa serangan besar-besaran itu terjadi keesokan harinya, tepat 1 Maret 1949. Karena serangan besar-besaran itu, Yogyakarta sempat dikuasai pasukan TNI selama 6 jam.

Dikenal Kebal Peluru

Dalam setiap pertempuran yang dijalaninya, Letnan Komarudin dikenal sebagai sosok pemberani dan kebal terhadap peluru. Hal inilah yang banyak diceritakan para mantan anak buahnya.

Pada saat melakukan penyerangan terhadap tentara Belanda, Letnan Komarudin suka menyerbu sendirian. Walaupun peluru-peluru Belanda terus berdatangan, tapi tak ada satupun yang mengenai Letnan Komarudin.

” Entah mungkin karena nasib Komarudin waktu itu belum waktunya atau betul-betul karena dia anti peluru. Tapi yang jelas Komarudin tidak mati,” kata Hendi Jo.

Dituduh Terlibat dalam Gerakan DI/TII

Setelah Belanda pergi, berbagai pemberontakan terjadi di Indonesia, salah satunya yang dilakukan Gerakan DI/TII. Priyanto, salah satu cucu Komarudin, mengatakan dalam buku “Laporan Kepada Bangsa: Militer Akademi Yogyakarta” karya Daud Sinjal, bahwa tuduhan itu muncul pada tahun 1950-an.

Saat itu, Komarudin bersama pasukannya ditugaskan menumpas pemberontakan DI/TII yang dipimpin Sekar Maridjan Kartosoewirjo di Malangbong, Garut. Alih-alih berperang, Kompi Komarudin malah kerap “ngopi bareng” dengan pasukan DI/TII.

Dilansir dari Arsipindonesia.com, ternyata waktu itu Komarudin merasa jengah berperang dengan para gerilyawan DI/TII karena sebagian anggotanya merupakan rekannya saat dulu masih aktif di Laskar Hizbullah. Malah beberapa di antaranya ada juga yang pernah satu perguruan dengannya saat belajar agama dan ilmu kanuragan.

” Akibatnya Mbah Komar dan pasukannya ditarik lagi ke Yogya dan sesampainya di markas langsung dipecat secara massal,” kata Priyanto.

Jadi Preman Pasar Senen

Setelah peristiwa itu, Komarudin secara resmi mundur dari dunia ketentaraan dan memilih “dunia jalanan” sebagai jalan hidupnya. Ia kemudian mulai dikenal sebagai seorang preman di Kotagede, Yogyakarta. Penampilannya waktu itu cukup nyentrik karena saat nongkrong dia gemar memakai topi koboi.

Namun pada tahun 1969, secara misterius dia menghilang dari Kotagede. Soetojo, teman seperjuangannya waktu melawan Belanda, berinisiatif mencarinya ke Jakarta dan menemukan Komarudin tinggal di sebuah gubuk kecil di wilayah Cempaka Putih. Saat itu Komarudin menghidupi kesehariannya dengan bekerja sebagai seorang preman yang ditakuti di wilayah Pasar Senen.

Karena dibujuk terus oleh Soetojo, pada tahun 1972 Komarudin kembali ke Kotagede. Namun tak lama setelah itu, ia jatuh sakit dan mengalami koma. Ia kemudian dirawat di PKU Muhammadiyah Kotagede. Pada tahun 1973, Komarudin menghembuskan napas terakhirnya. Jasadnya dikebumikan secara militer di Taman Kesuma Negara Semaki, Yogyakarta.

Seorang Pria Yang Memiliki Hobi Suka Digigit Ular Berbisa Setiap 10 Hari Selama 32 Tahun

Seorang Pria Yang Memiliki Hobi Suka Digigit Ular Berbisa Setiap 10 Hari Selama 32 Tahun

lorettanapoleoni.org – Steve Ludwin (55) warga London kelahiran Amerika Serikat (AS), mengaku punya hobi ekstrem suka digigit ular berbisa setiap 10 hari selama 32 tahun. Dia berkata, sudah melakukannya lebih dari 1.500 kali sejak memulainya pada 1988.

Melansir My London pada Sabtu (23/10/2021), Steve Ludwin melakukannya bukan untuk kesenangan, melainkan dengan harapan menemukan obat untuk gigitan ular berbisa bagi negara-negara miskin.

“Perusahaan-perusahaan farmasi besar tidak peduli dengan Afrika dan Asia,” katanya, seraya menambahkan bahwa itu adalah masalah serius. Dia memperkirakan, sekitar 155.000 orang terutama di Afrika,

Amerika Selatan, dan Asia, meninggal setiap tahunnya karena gigitan ular Kemudian, setengah juta orang lainnya digigit dan kehilangan anggota tubuh mereka akibat digigit ular.

Steve Ludwin mulai rutin digigit ular berbisa sejak akhir 1988 setelah dia bertemu seseorang yang telah melakukannya sejak 1948. Pada puncak hobinya, Steve memiliki 33 ular berbisa termasuk kobra dan ular derik, yang tinggal di salah satu ruangan rumahnya di Highbury.

Ketertarikannya pada bisa ular benar-benar meningkat setelah dia menyelesaikan sekolah, lalu terbang ke London dan mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan yang menjual hewan ke kebun binatang dan laboratorium.

Di sanalah dia pertama kali sengaja digigit ular berbisa, tetapi awalnya harus belajar bagaimana mendapatkan bisa ular. Kecintaan Steve pada hobinya turut didukung pacarnya setelah dia jelaskan pada kencan keduanya.

Cara Steve Ludwin menyuntikkan bisa ular

Seorang Pria Yang Memiliki Hobi Suka Digigit Ular Berbisa Setiap 10 Hari Selama 32 Tahun

Steve Ludwin tidak menyuntikkan bisa ular langsung ke pembuluh darahnya, dan dia memiliki banyak metode untuk melakukan ini. “Saya memiliki beberapa teknik berbeda untuk menyuntikkannya, untuk menghindarinya masuk ke pembuluh darah Anda,”katanya.

“Saya menyuntikkannya ke berbagai lokasi di tubuh saya, seperti otot dan anggota badan karena saya menggunakan hemotoksin, yang sangat merusak. “Racun tidak perlu masuk ke aliran darah seperti yang dipikirkan orang.

Kobra, mamba, dan semua ular neurotoksik yang sangat berbahaya lainnya memiliki taring depan yang sangat kecil yang pada dasarnya mereka menggaruk Anda. “( Bisa ular) menjalar di anggota badan serta aliran darah.”

Steve Ludwin pun bercerita, dia pernah melakukan kesalahan saat menyuntikkan bisa ular ke tubuhnya. Saat wawancara dengan majalah pria GQ, dia secara tidak sengaja menyuntikkan racun ke pembuluh darahnya untuk kali pertama dan langsung merasakannya efeknya.

Selama sisa wawancara dia mencoba untuk tidak pingsan dan untungnya berhasil. Steve menjelaskan, ketika dia menyuntik dirinya sendiri, dalam waktu 15 menit biasanya mengalami pembengkakan hebat.

Seorang Pria Yang Memiliki Hobi Suka Digigit Ular Berbisa Setiap 10 Hari Selama 32 Tahun

Dia bahkan biasa menyuntikkan dirinya ke titik di mana lengannya akan membengkak besar, dengan satu suntikan di lengan atasnya dan satu di lengan bawahnya. “Sepertinya Popeye, satu-satunya cara saya bisa mendapatkan dosis yang tepat adalah melalui trial and error,”katanya.

Namun, kalaupun dia melakukannya dengan benar, dalam dua detik setelah menyuntik dirinya sendiri, Steve mengatakan bahwa dia merasakan sensasi terbakar yang hebat. “Ini setara dengan memakan kari pedas yang sangat enak dan menjadi ‘ooo itu pedas’.”

Selama melakukan hobinya, Steve telah menggunakan racun dari 35 lebih jenis ular yang berbeda termasuk king kobra, mamba hitam, bahkan ular paling berbisa di bumi, dan memiliki bisa favorit.

“(Saya) suka bisa yang membusuk lengan Anda dan memakan kaki Anda. Neurotoksin jauh ‘bersih’ dan tidak menyebabkan kerusakan jaringan atau menghancurkan sel darah merah.”

Bagi Steve, ular derik dan ular berbisa pohon adalah barang koleksi karena racunnya bersifat hemotoksik, artinya mereka menargetkan tubuh dan bukan otak (neurotoksik, yang melumpuhkan otot).

Steve sangat menyadari bahwa hobinya sangat berbahaya, dan memiliki pesan yang sangat jelas kepada siapa pun yang mempertimbangkan melakukan apa yang dia lakukan, dan sebaiknya tidak melakukannya.

“Saya tidak mendorong orang lain untuk melakukan apa yang saya lakukan, saya memiliki lubang dan bekas luka di sekujur tubuh saya dari itu.”

“Saya juga tidak pernah menyuntik orang lain, tetapi saya pernah berada di sekitar orang-orang yang melakukannya. Hobi Steve Ludwin kemudian menarik perhatian para profesional medis, dan dia dites beberapa kali oleh Universitas Kopenhagen. Ia juga sangat berharap bisa ular dapat digunakan untuk membuat vaksin Covid-19.

Banjir Menerjang Provinsi Shanxi Yang Merupakan Penghasil Batubara Terbesar Cina, Perburuk Krisis Energi Cina Saat Ini

Banjir Bandang Menerjang Kawasan Provinsi Shanxi Yang Merupakan Penghasil Batubara Terbesar Cina, Perburuk Krisis Energi Cina Saat Ini

lorettanapoleoni.org – Banjir bandang China di provinsi Shanxi dikhawatirkan memperburuk krisis energi China saat ini. Provinsi itu merupakan salah satu wilayah produsen terbesar batu bara China, yang menampung sekitar 35 juta orang.

Tapi akibat curah hujan yang luar biasa deras penutupan tambang terpaksa dilakukan. Sekitar 17.000 rumah hancur dan 120.000 ribu orang mengungsi, dan sedikitnya 15 orang tewas dalam banjir kali ini, menurut outlet media pemerintah Xinhua News Agency.

Selain korban manusia, banjir bandang China kali ini juga menutup 60 tambang batu bara, sekitar 9 persen dari overall provinsi. Meski beberapa secara bertahap kembali beroperasi, menurut media lokal.

Banjir Bandang Menerjang Kawasan Provinsi Shanxi Yang Merupakan Penghasil Batubara Terbesar Cina, Perburuk Krisis Energi Cina Saat Ini

Penutupan dapat menambah tekanan lebih lanjut pada rantai pasokan international menjelang Natal. Kondisinya saat ini, China sudah dalam krisis energi yang memaksa pemasok utama untuk perusahaan besar seperti Apple dan Tesla menangguhkan produksi.

Adapun banjir bandang China satu ini di Shanxi seolah datang pada kondisi terburuk bagi China, karena negara itu sudah menghadapi krisis listrik. Krisis energi China sudah berlangsung sejak pertengahan tahun, dan menyebabkan penutupan pabrik dan pemadaman perumahan sejak akhir September.

Pihak berwenang mengandalkan Shanxi untuk meningkatkan produksi batu bara tahun ini, menurut Reuters. Provinsi ini menyumbang lebih dari seperempat produksi batu bara China.

Banjir Bandang Menerjang Kawasan Provinsi Shanxi Yang Merupakan Penghasil Batubara Terbesar Cina, Perburuk Krisis Energi Cina Saat Ini

Melansir Company Insider pada Selasa (12/10/2021), krisis pasokan juga dapat berdampak pada pertumbuhan China. Riset Fitch Solutions dalam laporan akhir September mengatakan kemungkinan akan merevisi perkiraan pertumbuhan PDB negara itu tahun ini untuk memperhitungkan krisis energi China.

Perkiraan saat ini untuk pertumbuhan PDB China tahun ini adalah 8,3 persen. Sementara itu, harga batu bara melonjak di China. Batu bara thermal berjangka China di Zhengzhou Commodity Exchange terus naik hingga ke rekor tertinggi baru pada Selasa (12/10/2021), setelah ditutup 12 persen lebih tinggi pada Senin (11/10/2021).

Mengenal Profil Halimah Yacob, Presiden Wanita Pertama Singapura

Mengenal Profil Halimah Yacob, Presiden Wanita Pertama Singapura

lorettanapoleoni.org – Presiden ke-8 Singapura Halimah Yacob lahir di Queen Street, Singapura, pada 23 Agustus 1954. Dia merupakan anak paling bungsu dari lima bersaudara dan semua saudaranya laki-laki.

Ayahnya, seorang muslim keturunan India dan bekerja sebagai penjaga keamanan, meninggal saat Halimah masih berusia 8 tahun.

Dikutip dari Wikipedia, Halimah dibesarkan ibundanya, Maimun Abdullah, wanita keturunan Melayu yang saat itu bekerja di kedai makanan. Halimah yang masih sekolah mengaku sering membolos, membantu ibundanya berjualan.

Mengenal Profil Halimah Yacob, Presiden Wanita Pertama Singapura

Akibatnya, dia sempat akan dikeluarkan dari Singapore Chinese Girls’ College. Halimah memang dikenal dekat dengan keluarganya. Suaminya, Mohammed Abdullah Alhabshee, adalah mantan pengusaha keturunan Arab.

Pasangan ini menikah tahun 1980 dan memiliki lima anak. Sebelum mencalonkan diri menjadi Presiden Singapura, Halimah terlebih dahulu meminta izin suami dan anak-anaknya. Halimah berkuliah di College of Singapura mengambil jurusan hukum.

Dia lantas bergabung dengan Kongres Serikat Perdagangan Nasional (NTUC) sebagai staf lawful. Selama lebih dari 30 tahun Halimah mengabdi di NTUC hingga akhirnya ditunjuk menjadi Wakil Sekretaris Jenderal.

Tahun 2001, Halimah memulai karier politiknya. Dilansir Network News Asia, Halimah mengaku sama sekali tidak pernah berpikir untuk terjun ke dunia politik. Halimah juga sama sekali tidak membayangkan akan mencalonkan diri dalam pilpres.

Mengenal Profil Halimah Yacob, Presiden Wanita Pertama Singapura

Halimah terjun ke dunia politik atas dorongan dari Perdana Menteri Singapura saat itu, Goh Chok Tong. Dia mencalonkan diri sebagai anggota parlemen dan menang dalam empat pemilu parlemen sejak tahun 2001. Halimah mewakili wilayah Jurong dan Marsiling-Yew Tee.

Tahun 2011, Halimah ditunjuk menjadi Menteri Negara pada Kementerian Pengembangan Masyarakat, Urusan Pemuda dan Olahraga Singapura. Halimah yang saat itu tergabung dengan Partai Aksi Rakyat (PAP), ditunjuk menjadi Ketua Parlemen pada tahun 2013.

Dia mencetak sejarah sebagai wanita pertama yang menjabat Ketua Parlemen Singapura. PAP merupakan partai politik yang sejak lama berkuasa di Singapura dan menaungi Perdana Menteri Lee Hsien Loong yang kini menjabat.

Halimah mengundurkan diri pada Agustus 2017 saat memutuskan mencalonkan diri dalam pilpres. Halimah juga mengundurkan diri dari keanggotaan PAP. Seorang capres di Singapura memang tidak boleh tergabung dalam partai politik mana pun. Halimah, sudah menjadi presiden, dan rela melepas statusnya sebagai anggota partai.

Penemuan Surat Rahasia Pengusaha Perempuan Pertama di Dunia, Berikut Isinya…

Penemuan Surat Rahasia Pengusaha Perempuan Pertama di Dunia, Berikut Isinya...

lorettanapoleoni.org – Sekitar 1870 SM, di kota Assur yang terletak di utara Irak, seorang perempuan bernama Ahaha mengungkap kasus penipuan keuangan. Ahaha telah berinvestasi dalam perdagangan jarak jauh antara Assur dan kota Kanesh di Turki.

Ia dan mitra investornya mengumpulkan perak untuk membiayai karavan keledai yang mengirimkan timah dan tekstil ke Kanesh, di mana barang-barang itu akan dibarter dengan lebih banyak perak, menghasilkan keuntungan yang lumayan.

Akan tetapi, Ahaha tak menerima keuntungan yang semestinya ia dapatkan– kemungkinan karena digelapkan oleh salah satu saudara laki-lakinya, Buzazu. Jadi, ia mengambil pena dan tablet computer yang terbuat dari tanah liat, kemudian menulis sebuah surat kepada saudara laki-lakinya yang lain, Assur-mutappil, dan meminta bantuan. “Saya tak punya apa-apa selain dana ini,”tulisnya dalam aksara paku.

“Berhati-hatilah bertindak supaya saya tidak hancur!” Ia meminta Assur-mutappil mendapatkan kembali peraknya dan membalas suratnya. “Biarkan suratmu datang pada saya dalam karavan berikutnya, dan menjelaskan apakah mereka membayarkan peraknya,”tulisnya di tablet lain. “Sekarang adalah waktu untuk membantu saya dan menyelamatkan saya dari tekanan finansial!”

Surat Ahaha adalah salah satu di antara 23.000 tablet tanah liat yang ditemukan dalam penggalian selama beberapa dekade terakhir di reruntuhan pemukiman pedagang di Kanesh.

Puluhan ribu tablet computer itu dimiliki oleh ekspatriat dari Asiria yang telah lama menetap di Kanesh dan terus melakukan korespondensi dengan keluarga mereka di Assur, yang berjarak enam pekan perjalanan menggunakan karavan keledai.

Sebuah buku yang baru saja diterbitkan memberikan wawasan baru tentang kelompok yang luar biasa dalam komunitas ini perempuan yang mengambil peluang dari perubahan sosial dan ekonomi yang kala itu baru saja terjadi, dan mengambil peran yang biasanya oleh para pria. Para perempuan ini menjadi pengusaha, bankir dan financier perempuan pertama dalam sejarah umat manusia.

“Kuat dan mandiri”

Sebagian besar tablet tanah liat yang ditemukan di Kanesh merupakan surat, kontrak, dan putusan pengadilan. Tablet itu diperkirakan berasal dari sekitar 1900-1850 SM, periode ketika jaringan perdagangan Assur berkembang pesat, yang berdampak pada kemakmuran di wilayah tersebut dan munculnya banyak inovasi.

Orang Asiria menemukan bentuk-bentuk investasi tertentu dan merupakan orang pertama yang menulis surat mereka sendiri, tanpa mendiktekannya pada penulis profesional.

Berkat surat-surat berusia puluhan abad ini, kita bisa mendengar suara perempuan yang bersemangat, yang memberi tahu kita bahwa bahkan di masa lalu, perdagangan dan inovasi bukanlah domain ekslusif pria.

Ketika suami mereka sedang dalam perjalanan, atau melakukan transaksi di beberapa pemukiman perdagangan yang jauh, para perempuan menjalankan bisnis mereka di rumah. Di samping itu, mereka juga mengumpulkan dan mengelola kekayaan mereka sendiri, dan secara bertahap memperoleh lebih banyak kedaulatan dalam kehidupan pribadi mereka.

“Para perempuan ini sangat kuat dan mandiri. Oleh karena mereka sendirian, mereka menjadi kepala keluarga ketika suami mereka tak ada di rumah,” ujar C├ęcile Michel, peneliti senior di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional (CNRS) di Perancis, yang juga penulis dari buku berjudul Females of Assur and Kanesh.

Melalui lebih dari 300 surat dan dokumen lain, buku itu menuturkan kisah yang sangat rinci dan penuh warna tentang perjuangan dan kemenangan perempuan. Meski penuh dramatization dan petualangan, tablet tanah liat itu sendiri berukuran kecil, seukuran telapak tangan.

Kisah para pedagang perempuan ini berkaitan dengan komunitas pedagang Asiria secara keseluruhan. Di masa kejayaan mereka, orang Asiria termasuk di antara pedagang paling sukses dan memiliki jaringan yang baik di Timur Dekat.

Rombongan karavan mereka yang terdiri dari hingga 300 keledai melintasi pegunungan dan dataran tak berpenghuni, membawa bahan mentah, barang mewah dan, tentu saja, surat yang terbuat dari tanah liat.

“Itu adalah salah satu bagian dari jaringan internasional yang besar, yang dimulai di suatu tempat di Asia Tengah, dengan batu lapis-lazuli dari Afghanistan, batu akik dari Pakistan, dan timah yang mungkin berasal dari Iran atau lebih jauh ke timur,”ujar Jan Gerrit Dercksen, pakar tentang Asiria di Leiden University di Belanda, yang juga meneliti tablet computer Kanesh.

Pedagang asing membawa barang-barang ini ke Assur, bersama dengan tekstil dari Babilonia di Irak Selatan. Barang-barng itu kemudian dijual pada orang-orang Asiria, yang kemudian mengemaskan ke karavan menuju Kanesh dan kota-kota lain di wilayah Anatolia di Turki, dan menukarnya dengan emas dan perak.

Instrumen keuangan yang kompleks memfasilitasi perdagangan ini, salah satunya apa yang disebut sebagai naruqqum, yang secara harafiah bermakna “tas”. Istilah itu mengacu pada perusahaan saham gabungan, di mana capitalist Asiria mengumpulkan perak mereka untuk mendanai karavan yang digunakan pedagang selama bertahun-tahun.

Para pedagang juga mengembangkan lingo bisnis, seperti “Tablet sudah mati”, yang berarti utang telah dilunasi dan pencatatan kontrak dalam tablet computer dibatalkan. Sedangkan lingo “perak yang lapar” merujuk pada perak yang tidak diinvestasikan dan menganggur, alih-alih menghasilkan keuntungan.

Perempuan Asiria berkontribusi pada jaringan komersial yang ramai ini dengan memproduksi tekstil untuk ekspor, memberikan pinjaman pada pedagangan, membeli dan menjual rumah, dan berinvestasi dalam skema naruqqum.

Keterampilan mereka sebagai penenun memungkinkan mereka mendapatkan perak sendiri. Mereka terus memantau mode dan tren pasar di luar negeri untuk mendapatkan harga terbaik, serta pajak dan biaya lain yang mempengaruhi keuntungan mereka.

“Mereka benar-benar akuntan. Mereka tahu betul apa yang harus mereka dapatkan sebagai imbalan atas tekstil mereka. “Dan ketika mereka mendapatkan uang ini dari penjualan tekstil mereka, mereka membayar untuk makanan, rumah, dan kebutuhan sehari-hari, tapi mereka juga berinvestasi,”ujar Michel, yang juga turut membuat film dokumenter baru tentang perempuan.

” Penjaga arsip”

Kecerdasan yang mereka miliki dalam hal perdagangan ini memungkinkan beberapa perempuan menduduki posisi yang tak biasa bagi perempuan kala itu, seperti sebagai mitra bisnis terpercaya bagi suami mereka.

Para pedagang, pada gilirannya, mendapat keuntungan memiliki istri yang melek huruf dan angka, yang dapat membantu mereka dalam urusan sehari-hari serta keadaan darurat. Seorang pedagang Asiria menulis pada istrinya, Ishtar-bashti: “Mendesak!

Kosongkan barang dagangan yang belum dilunaskan. Kumpulkan emas dari putra Limishar dan kirimkan kepadaku … Tolong, simpan semua tabletku di tempat yang aman.” Yang lain meminta istri mereka untuk memilih tablet tertentu dari arsip pribadi rumah tangga mereka untuk mencari informasi keuangan atau menyelesaikan masalah bisnis.

“Karena merekalah yang tinggal di rumah, mereka adalah penjaga arsip,”ujar Michel menjelaskan para perempuan ini. “Anda juga harus ingat, kontrak ini mewakili banyak uang, misalnya kontrak pinjaman dan sebagainya”.

Para perempuan pada gilirannya tak sungkan untuk mengirim instruksi dan peringatan kepada suami atau saudara mereka. “Apa ini sehingga kamu tidak mengirimi saya tablet selebar dua jari dengan kabar baik darimu?”tanya seorang perempuan Asiria bernama Naramtum, dalam surat kepada dua pria.

Ia mengeluh tentang perselisihan yang melibatkan utang dan kehilangan barang dagangan, dan mendesak kedua pria itu untuk menyelesaikannya. Ia kemudian menutup suratnya dengan seruan: “Kirimkan saya harga tekstilnya. Hibur saya!”

Perempuan yang lain menegur saudara laki-lakinya karena pembayaran yang terlewat: “Jangan terlalu serakah sampai kamu menghancurkan saya!”

Kemerdekaan perempuan ini sangat kontras dengan beberapa masyarakat lain di Timur Dekat kuno, seperti di Babilonia di selatan Irak. Michel menunjukkan bahwa di Assur, seperti di Kanesh, baik istri maupun suami dapat meminta cerai dan akan diperlakukan sama dalam persidangan.

“Tetapi pada saat yang sama di Babilonia, di selatan Babilonia, sang istri tidak bisa meminta cerai dan di utara Babilonia, jika berani meminta cerai, ia akan dihukum mati.” Pengaruh perempuan yang kuat dalam ekonomi itulah yang membuat kondisi yang lebih baik bagi perempuan Asiria.

Beberapa dari mereka menambahkan klausul pada kontrak pernikahan yang melarang suami mereka memperistri perempuan lain atau bepergian sendiri, seperti dalam contoh ini: “Assur-malik menikahi Suhkana, putri Iram-Assur.

Kemana pun Assur-malik pergi, ia akan membawanya. Ia tak akan menikahi perempuan lain di Kanesh. Dalam perkembangan zaman karena alasan yang agak tidak jelas, perdagangan antara Assur dan Kanesh menurun. Akhirnya, Kanesh ditinggalkan. Kota dan komunitas lain mengambil alih sebagai mesin perdagangan, kreativitas dan pertukaran budaya.

Tetapi tablet tanah liat milik para perempuan Asiria, yang menjadi lebih keras oleh kebakaran, tetap berada di rumah yang ditinggalkan sebelum ditemukan ribuan tahun kemudian. Tablet-tablet itu mengungkap pengalaman para perempuan yang jarang didokumentasikan dalam sejarah, bukan tentang ratu atau pendeta, namun tentang perempuan pekerja yang bertanya-tanya bagaimana melewati hari berikutnya.

Seperti yang dikatakan Michel, di kota-kota Mesopotamia lainnya, surat yang ditulis oleh perempuan juga telah ditemukan, “tapi jumlahnya tidak banyak. (Kanesh) unik karena itu.” Dengan kira-kira setengah dari tablet Kanesh masih belum dibaca, pasti ada lebih banyak rahasia yang menunggu untuk diungkapkan.